Pemprov Jabar Kerahkan Personel Tangani Kebakaran Hutan Gunung Ciremai
KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan personel untuk membantu penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan.
Kebakaran yang awalnya melanda zona tradisional dilaporkan merembet ke zona rimba dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 60 hektare.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan penanganan kebakaran dilakukan secara intensif menyusul instruksi Gubernur Jawa Barat agar seluruh unsur terkait bergerak cepat memadamkan api.
“Kebakaran awalnya terjadi di zona tradisional kurang lebih 15 hektare, kemudian merembet ke zona rimba dengan luas sekitar 60 hektare,” ujar Herman saat ditemui di objek daya tarik wisata (ODTW) Sumur Tujuh, Desa Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kamis (22/10).
Menurut Herman, Gubernur Jawa Barat telah turun langsung ke lokasi sejak siang hari bersama Bupati Kuningan untuk memimpin proses penanganan kebakaran hutan tersebut.
Sekitar 200 personel dari BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Kuningan, relawan, serta unsur masyarakat terlibat dalam upaya pemadaman. Penanganan dilakukan secara manual karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi kebakaran yang berada di kawasan pegunungan.
Herman menjelaskan, petugas menerapkan dua metode utama, yakni pemadaman langsung disertai pendinginan serta pembuatan sekat bakar untuk menghambat penyebaran api.
Langkah tersebut difokuskan untuk mengendalikan kebakaran di zona rimba sekaligus mencegah api merembet ke zona inti Kawasan TNGC.
“Harapannya, kebakaran ini bisa dimitigasi dan diminimalisasi agar tidak sampai naik ke zona inti yang ada di atas,” katanya.
Untuk menjaga efektivitas penanganan, Pemprov Jabar juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Majalengka, BPBD Kota Cirebon, dan BPBD Kabupaten Cirebon guna menyiapkan tambahan personel. Petugas akan diatur secara bergantian mengingat sebagian di antaranya telah bekerja sejak malam hari.
Selain personel, dukungan logistik berupa makanan dan air minum turut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petugas selama proses pemadaman berlangsung.
Herman menambahkan, masyarakat sekitar juga dapat terlibat dalam upaya penanganan, terutama warga yang memiliki keterampilan dan pengalaman menghadapi medan pegunungan. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan mengingat kondisi lokasi kebakaran cukup curam.
“Kami mengizinkan warga yang relatif terlatih atau relawan yang memiliki kemampuan untuk membantu. Kondisi medan harus menjadi perhatian agar tidak terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Di samping pemadaman melalui jalur darat, Pemprov Jabar juga mengupayakan bantuan helikopter untuk melakukan pemadaman melalui udara atau water bombing.
Menurut Herman, Gubernur Jawa Barat telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan tersebut. Permohonan secara tertulis juga disiapkan sebagai tindak lanjut koordinasi.
“Kita lakukan semua upaya untuk memastikan kebakaran di taman nasional ini bisa segera diatasi,” tegasnya.
Pemprov Jabar bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengintensifkan penanganan kebakaran dengan mengutamakan keselamatan petugas serta mencegah meluasnya api ke zona inti kawasan TNGC. (Angga)


Tinggalkan Balasan