Kopi Kuningan Punya Cita Rasa Unggul, Dinilai Capai Skor 9
KUNINGAN, (FC).- Kopi asal Kabupaten Kuningan mulai menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Beragam jenis kopi yang dikembangkan petani lokal disebut memiliki cita rasa istimewa hingga mendapat penilaian tinggi dari konsumen.
Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Toni Kusmanto, mengatakan hampir seluruh jenis kopi yang dihasilkan petani Kuningan mendapatkan apresiasi positif dengan nilai mencapai 9 poin.
“Untuk semua jenis kopi di Kuningan itu rata-rata mendapat penilaian hingga 9 poin. Ini tentu menjadi kebanggaan kita dalam mengembangkan usaha tersebut,” ujar Toni saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/8).
Menurutnya, Kuningan memiliki potensi kopi yang beragam, mulai dari jenis robusta, arabika hingga liberika. Perbedaan karakter rasa tersebut dipengaruhi kondisi geografis, ketinggian wilayah, serta kontur tanah tempat kopi dibudidayakan.
“Setiap daerah memiliki karakter tersendiri. Hasil tanam kopi di berbagai wilayah memiliki cita rasa yang berbeda sesuai kondisi lahannya,” katanya.
Salah satu jenis kopi yang memiliki karakter khas adalah liberika. Kopi tersebut dikembangkan di sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Darma, termasuk Desa Cipasung yang menjadi salah satu sentra penghasil kopi siap konsumsi.
“Untuk liberika sejauh ini terdapat di wilayah Kecamatan Darma dan Desa Cipasung termasuk penghasil produk kopi siap konsumsi,” jelasnya.
Sementara itu, kopi robusta dan arabika tersebar di sejumlah wilayah Kuningan, terutama kawasan selatan seperti Kecamatan Ciwaru, Subang dan Cilebak.
Selain itu, produksi kopi juga berkembang di wilayah barat hingga kawasan Darma, Kadugede, Cigugur, Cilimus serta kawasan kaki Gunung Ciremai.
Toni menjelaskan, faktor ketinggian wilayah menjadi salah satu penentu jenis kopi yang cocok dikembangkan.
Wilayah dengan ketinggian di bawah 750 meter di atas permukaan laut (MDPL) lebih banyak menghasilkan kopi robusta, sedangkan arabika banyak dibudidayakan di daerah dengan ketinggian di atas 750 MDPL.
“Di bawah 750 MDPL mayoritas jenis kopi robusta, sementara di atas 750 MDPL lebih banyak kopi arabika,” ungkapnya.
Selain memiliki kualitas rasa yang baik, produksi kopi Kuningan juga cukup menjanjikan. Dalam satu musim panen, produksi kopi siap konsumsi di Kabupaten Kuningan mencapai sekitar 1.700 ton.
“Dalam masa panen, kopi siap konsumsi yang dihasilkan bisa mencapai sekitar 1.700 ton,” pungkas Toni.
Dengan potensi varietas yang beragam, kualitas cita rasa yang unggul, serta dukungan kondisi geografis yang mendukung, kopi Kuningan dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan menjadi produk unggulan daerah dan memperluas pasar kopi lokal. (Angga)


Tinggalkan Balasan