KAB. CIREBON, (FC).- Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon mendatangi proyek pembangunan PT Chinli Plastic Material Indonesia (Chinli 1) dan PT Chinli International Footwear Material Indonesia (Chinli 2) yang berada di Desa Tenjomaya dan Desa Damarguna, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Rabu (18/8).

Kunjungan tersebut terkait perencanaan rekrutmen karyawan dari kedua perusahaan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Mahmudi mengungkapkan, kunjungan Komisi IV ke lokasi proyek pembangunan PT Chinli 1 dan PT Chinli 2 adalah untuk survei lokasi atas adanya investor yang masuk di Kabupaten Cirebon.

Menurut dia, kunjungan ini juga tujuannya adalah untuk mengawasi jangan sampai ada investor, namun pemerintah Kabupaten Cirebon tidak tahu kondisi dan keadaannya.

Maih dikatakan Mahmudi, setelah dicek langsung ke lokasi pihaknya juga menyampaikan bahwa nantinya perusahaan siap bekerjasama dengan Pemkab Cirebon dalam rangka melakukan MoU terkait rekrutmen karyawan, jaminan kesehatan karyawan dan untuk rekrutmen karyawan harus mengutamakan tenaga kerja asal pribumi.

“Kami berharap agar cara rekrutmen ketenagakerjaan harus terdata melalui Dinas Ketenagakerjaan, sehingga Pemkab Cirebon mengetahui beberapa tenaga kerja yang sudah terserap dan berapa pengangguran yang sedang masih mencari pekerjaan,” terangnya.

Terkait mulai kapan untuk pelaksanaan rekrutmen karyawan dilakukan, Mahmudi menjelaskan, jika dari hasil keterangan pihak perusahaan bahwa untuk PT Chinli 2 akan mulai rekrutmen karyawan pada bulan Januari- April 2022 mendatang.

Sementara untuk PT Chinli 1 masih menunggu sampai dengan penyelesaian pembangunan, karena belum bisa mengestimasi berapa kebutuhan serapan tenaga kerjanya.

Namun dari kebutuhan yang akan dilakukan secara bertahap untuk PT Chinli 2 serapannya antara 800-1000 tenaga kerja, sedangkan PT Chinli 1 di kisaran 100 karyawan, karena didominasi penggunaan mesin.

“Akan lebih mengutamakan tenaga kerja perempuan karena dari sisi keuletan dan ketekunan dalam etos kerjanya mayoritasnya perempuan,” jelasnya. (Nawawi)