KKN UNISA Bekali Siswa Cilimus Kenali Potensi dan Rancang Masa Depan
KUNINGAN, (FC).- Masa remaja menjadi fase penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah masa depan. Kesadaran untuk mengenali potensi diri sejak dini pun terus ditanamkan kepada para siswa MTs PUI Cilimus melalui kegiatan edukasi yang digelar mahasiswa KKN UNISA Kelompok 07 Desa Cilimus, Kamis (20/8).
Mengangkat tema “Membangun Generasi Berkarakter serta Edukasi Pergaulan Sehat, HIV/AIDS, dan Merancang Cita-Cita Masa Depan”, kegiatan tersebut memadukan pendidikan karakter, pemahaman kesehatan, serta pengembangan minat dan bakat siswa.
Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu memberikan pendampingan agar para siswa mampu memahami pentingnya menjaga diri, membangun lingkungan pertemanan yang positif, sekaligus mulai menggali kemampuan dan cita-cita yang ingin diraih.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keislaman, Yayat Ahmad Hidayat, dalam materinya membahas pentingnya menjaga pergaulan remaja dari perspektif Islam. Ia mengajak siswa memahami batasan dalam berinteraksi serta pentingnya memilih lingkungan yang mampu memberikan pengaruh baik.
“Remaja perlu memiliki prinsip dalam memilih pergaulan. Lingkungan yang baik akan membantu membentuk karakter dan menentukan masa depan seseorang,” ujar Yayat.
Menurutnya, nilai agama dan norma sosial dapat menjadi pedoman bagi remaja dalam mengambil keputusan, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pendidikan karakter, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS yang disampaikan mahasiswa Fakultas Kesehatan, Lia Sapitri dan Sifa Nurul Apriliyani.
Lia menjelaskan pentingnya pengetahuan tentang HIV/AIDS sejak usia remaja agar siswa mampu memahami cara pencegahan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.
“Pengetahuan tentang HIV/AIDS penting diberikan sejak remaja agar siswa memahami cara menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa seseorang tidak dapat dinyatakan terinfeksi HIV hanya berdasarkan tanda-tanda tertentu. Kepastian status HIV hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan medis.
Sementara itu, Sifa memberikan pemahaman mengenai pengobatan HIV serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Menurutnya, penderita HIV tetap dapat menjalani kehidupan produktif dengan menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin.
“ODHA tidak seharusnya dijauhi atau didiskriminasi. Pemahaman yang benar akan membantu masyarakat memberikan dukungan yang tepat,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan potensi diri melalui permainan edukatif Bahasa Inggris yang dipandu Riyansy Azfa Pratama, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).
Dalam kegiatan bertajuk “About My Dream Job”, siswa diajak membuat majalah mini berisi hobi, minat, bakat, serta profesi yang mereka impikan. Mereka juga diperkenalkan dengan kosakata dunia karier seperti passion dan occupation.
Riyansy mengatakan, metode tersebut dipilih agar siswa dapat belajar sambil mengeksplorasi kemampuan diri secara menyenangkan.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar Bahasa Inggris, tetapi juga berani mengenali apa yang mereka sukai, kemampuan yang dimiliki, dan cita-cita yang ingin dicapai,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN UNISA Kelompok 07 berharap siswa MTs PUI Cilimus semakin memahami pentingnya membangun karakter, menjaga diri dalam pergaulan, serta percaya diri dalam merancang masa depan.
Sebab, cita-cita tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu disiapkan melalui pemahaman terhadap potensi diri dan langkah nyata sejak usia remaja. (Angga)


Tinggalkan Balasan