KH Imam Jazuli Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Ipang: Siap Jika Diberi Amanah
KAB.CIREBON, (FC).- Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat menjelang pelaksanaan Muktamar NU. Salah satu nama yang mencuat adalah Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli.
Tokoh NU yang juga cicit pendiri Nahdlatul Ulama, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid, menyebut KH Imam Jazuli siap menerima amanah apabila mendapat dukungan dari para muktamirin untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipang usai melakukan pertemuan dan diskusi bersama KH Imam Jazuli di Cirebon, Minggu (30/8/2026).
Menurut Gus Ipang, kesiapan KH Imam Jazuli bukan dalam konteks mencalonkan diri, melainkan kesediaan apabila mendapat kepercayaan dari struktur dan peserta Muktamar NU.
“Beliau menyatakan siap apabila memang dikehendaki oleh para muktamirin, baik dari Pengurus Cabang, Pengurus Wilayah, maupun mendapat pertimbangan dari Ahlul Halli wal Aqdi,” ujar Gus Ipang.
Ia menegaskan, sikap tersebut merupakan bentuk kesiapan untuk mengemban amanah organisasi apabila warga Nahdliyin menghendaki.
Nama KH Imam Jazuli mulai diperbincangkan lantaran rekam jejaknya dalam mengembangkan pesantren serta gagasannya terkait penguatan sumber daya manusia, pendidikan, dan kemandirian ekonomi warga NU.
Gus Ipang menilai, KH Imam Jazuli memiliki sejumlah kapasitas yang dibutuhkan untuk memimpin organisasi sebesar NU. Selain memiliki basis pendidikan pesantren yang kuat, sosoknya dinilai mampu menjembatani berbagai kalangan di internal NU.
“Beliau memiliki perhatian terhadap pengembangan pesantren, ekonomi umat, serta bagaimana NU mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
KH Imam Jazuli juga dikenal aktif mendorong pengembangan pendidikan pesantren dengan menggabungkan tradisi keilmuan Islam klasik dan pendekatan modern. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Sementara itu, dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang diperkirakan akan berlangsung menarik. Mekanisme pemilihan yang memberikan ruang bagi munculnya figur alternatif membuat sejumlah nama mulai bermunculan.
Dalam mekanisme tersebut, dukungan awal diberikan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) kepada kandidat yang dinilai layak. Lima nama dengan dukungan terbanyak kemudian akan diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) bersama Rais Aam terpilih untuk menentukan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.
Dengan mekanisme tersebut, peluang munculnya figur baru di luar tokoh yang selama ini dikenal luas semakin terbuka.
Kemunculan nama KH Imam Jazuli pun menjadi salah satu dinamika baru dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Kendati demikian, hingga kini belum ada pernyataan langsung dari KH Imam Jazuli terkait langkah politik organisasinya.
Namun, kesiapan menerima amanah apabila mendapat dukungan muktamirin menempatkan namanya sebagai salah satu figur yang mulai diperhitungkan menjelang Muktamar NU. (Johan)


Tinggalkan Balasan