KAB.CIREBON, (FC).- Kerusakan jalan di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon menuai sorotan warga.
Lubang-lubang besar yang menganga di sejumlah ruas strategis dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama bulan Ramadan.
Salah satu titik yang paling disorot berada di sepanjang Jalan Sunan Drajat, tepatnya di sekitar kompleks perkantoran pemerintah daerah hingga depan pintu keluar Samsat Sumber. Setiap hari, ruas tersebut dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pantauan di lapangan menunjukkan lubang dengan ukuran cukup besar berada di tengah badan jalan. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan.
Perbaikan yang dilakukan sejauh ini bersifat sementara, yakni dengan menutup lubang menggunakan material bekas pondasi bangunan, sehingga permukaan jalan menjadi tidak rata.
Muhamad Irfan, warga Tukmudal yang hampir setiap hari melintas, menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan.
“Urugan material bekas itu hanya tambal sulam. Permukaan jadi makin tidak rata dan justru berbahaya,” ujarnya kepada FC, Sabtu (21/2).
Menurutnya, waktu sore menjelang magrib menjadi periode paling rawan karena penerangan minim, sementara arus kendaraan cenderung padat dan pengendara kerap melaju setelah lampu lalu lintas berubah hijau.
Keluhan serupa disampaikan pengguna jalan di Jalan Fatahillah, terutama pada jalur dari arah Plered menuju Sumber.
Meski terdapat tambalan aspal dan tanda cat peringatan, kondisi jalan dinilai belum layak dan memicu kemacetan akibat kendaraan harus bermanuver menghindari lubang.
“Setiap sore padat dan macet. Jalan rusak membuat kendaraan zig-zag. Tambalan justru bikin permukaan makin tidak rata,” kata Pepen Efendi, pengendara asal Watubelah.
Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin kualitas infrastruktur dasar, khususnya di kawasan pusat pemerintahan yang seharusnya menjadi representasi pelayanan publik.
Mereka menilai kerusakan yang berlangsung cukup lama mencerminkan lemahnya pengawasan serta lambannya respons perbaikan.
Masyarakat mendesak adanya perbaikan permanen dan menyeluruh, bukan sekadar solusi darurat.
Mereka menegaskan bahwa persoalan jalan rusak bukan hanya soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan publik yang perlu segera ditangani.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai jadwal perbaikan permanen ruas jalan tersebut. (Johan)











































































































Discussion about this post