KAB. CIREBON, (FC),- Sebanyak 15 orang dari empat rumah di Desa Gemulungtonggoh, Kabupaten Cirebon harus dievakuasi menyusul terjadinya longsor sejak Kamis (22/5) sekitar pukul 09.00 WIB.
HIngga saat ini masih terjadi longsor susulan.
Pemdes setempat langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon untuk meminta bantuan dalam menanggulangi longsor yang terjadi di desa tersebut.
BPBD langsung merespons permintaan bantuan dari Pemdes Gemulungtonggoh dengan mengirimkan tim untuk melakukan assessment dan penanganan darurat.
Tim BPBD bekerja sama dengan Pemdes dan warga setempat melakukan evakuasi warga terdampak longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, bersama kuwu dan Camat Greged, yang meninjau lokasi longsor menegaskan bahwa BPBD telah melakukan beberapa upaya penanganan.
Termasuk mengirimkan tim untuk melakukan assessment dan penanganan darurat, melakukan evakuasi warga yang terdampak longsor.
“Selanjutnya, kami akan laporkan dan alhamdulillah tidak ada korban. Sejauh ini, kami himbau lakukan evakuasi warga. Karena, longsor di sini pernah terjadi beberapa kali,” katanya.
Sebagai kaki tangan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon, pihaknya mengaku akan terus memberi perhatian terhadap bencana ini.
“Kami BPBD, bertanggung jawab atas keselamatan warga. Dan untuk kuwu dan camat, agar bisa mengevakuasi warga,” katanya.
Menurutnya, dari hasil assesment ini BPBD Kabupaten Cirebon akan menindaklanjuti laporan bencana longsor ini ke Pemda, BPBD Jabar, BNPB dan koordinasi ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Selain itu pihaknya juga akan menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan pengetesan kestabilan lereng apakah masih layak ditinggali atau harus segera ditinggalkan karena sudah beberapa kali terjadi longsoran
“Karena di bawah tebing yang longsor, ada Sungai Cirengas. Maka, kita akan koordinasikan agar ada tinjauan langsung BBWS ke lokasi longsor. Karena juga ada pondasi tebing sungai untuk dilakukan penanganan agar memperkuat tebing,” katanya.
Sementara kuwu Gemulungtonggoh Agus Saefudin, mengungkapkan, kejadian longsor ini merupakan kejadian longsor kedua setelah pada tahun 2017 silam mengalami longsor cukup besar.
Pada longsor sekarang panjang longsoran 10 meter dengan ketinggian tebing sekitar 5 meter.
Atas kejadian tersebut, pihaknya telah melaporkan ke pemkab dan melaporkan ke BPBD untuk meminta agar BPBD memasang garis polisi di sekitar longsoran, dan pemdes.fokus untuk melakukan evakuasi warga.
“Kami mengimbau agar warga yang tinggal dirumah dekat dengan lokasi longsor untuk tidak ditempati dahulu, ada sekitar 4 rumah dan ada 15 jiwa untuk sementara kita evakuasi,” katanya.
Sementara, salah seorang warga yang rumahnya tersisa sekitar 7 meter dari longsoran, Neni Sumarni mengungkapkan, longsor yang terjadi Kamis pagi (22/5) membuat warga sekitar tebing yang longsor menjadi was-was, karena longsor terus terjadi susulan hingga saat ini.
Longsor kali ini merupakan longsor besar kedua setelah yang pertama terjadi pada tahun 2017 lalu.
Menurutnya sebelum kejadian longsor 2017, di bawah tebing ada sekitar 7 rumah, dan ketika lantai rumah keluar lumpur mereka langsung pindah meninggalkan rumah hingga terjadi longsor pada tahun 2017.
Sementara diatas tebing ada 3 rumah yang sudah dikosongkan.
“Sekarang ada sekitar 4 rumah yang terancam, karena lkngsor susulan terus terjadi maka kami memilih tinggal di rumah saudara dahulu, hampir setiap waktu terdengar gemuruh longsoran, makanya kamu takut,” ungkapnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post