KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon tahun ini akan membangun 73 titik sumur resapan yang tersebar di 37 kecamatan.

Program tersebut menjadi salah satu upaya menjaga cadangan air tanah sekaligus mengurangi limpasan air permukaan saat hujan.

Sekretaris DLH Kabupaten Cirebon, Sugeng Wahyudi mengatakan, pembangunan sumur resapan dilakukan agar air hujan tidak langsung mengalir ke saluran pembuangan, melainkan dapat meresap dan tersimpan sebagai cadangan air di dalam tanah.

“Biasanya air hujan hanya mengalir begitu saja. Dengan sumur resapan, air tersebut kita masukkan ke tanah sehingga bisa menjadi cadangan air bawah tanah,” ujar Yudi sapaan akrabnya, Jumat (19/9).

Menurutnya, jumlah sumur resapan yang dibangun tahun ini masih terbatas karena menyesuaikan kemampuan anggaran. Meski demikian, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konservasi air.

“Kalau idealnya memang jumlahnya lebih banyak. Namun karena keterbatasan anggaran dan berbagai pertimbangan lainnya, tahun ini baru 73 titik,” katanya.

Sugeng menjelaskan, pembangunan sumur resapan akan diprioritaskan pada sejumlah wilayah yang membutuhkan, termasuk lokasi yang memiliki potensi genangan atau rawan banjir. Setiap desa mendapatkan jumlah titik yang berbeda, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Ada desa yang mendapat satu titik, ada juga yang tiga titik. Semua tergantung kebutuhan lokasi masing-masing,” jelasnya.

Sumur resapan tersebut menggunakan konstruksi buis beton (cincin beton) dengan sistem penyaringan di bagian bawah. Material penyaring seperti batu dan pasir digunakan agar proses peresapan air dapat berjalan lebih optimal.

“Konsepnya bukan sekadar lubang resapan biasa, tetapi menggunakan buis beton dengan penyaring di bawahnya agar air bisa masuk ke tanah dengan lebih baik,” ungkapnya.

Namun, Sugeng mengakui keberadaan sumur resapan tidak secara langsung mampu mengatasi banjir secara keseluruhan. Menurutnya, program tersebut lebih diarahkan untuk konservasi air dan mengurangi limpasan air hujan.

“Kalau untuk mengurangi banjir secara signifikan memang tidak bisa hanya dengan upaya ini. Tetapi ini menjadi salah satu langkah dalam pengelolaan air,” katanya.

Pembangunan 73 sumur resapan tersebut menelan anggaran sekitar Rp670 juta. DLH berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan serta meningkatkan ketersediaan air tanah di Kabupaten Cirebon. (Ghofar)