Dishub Kota Cirebon Akan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Guna Kurangi Kemacetan
KOTA CIREBON, (FC).- Sejumlah titik yang kerap mengalami kepadatan dan pergerakan kendaraan berisiko di Kota Cirebon akan ditata. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon menyiapkan rekayasa arus untuk mengurangi potensi kecelakaan dan kemacetan.
Kepala Dishub Kota Cirebon, Gunawan mengatakan, penataan tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi bersama dalam forum lalu lintas.
“Memang ada beberapa titik yang perlu kita lakukan rekayasa lalu lintas. Kita lihat dari kondisi pergerakan kendaraan di lapangan,” kata Gunawan, Kamis (1/19).
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di depan Samsat Kota Cirebon. Di kawasan itu, kendaraan yang keluar dari Samsat sering langsung mengambil arah kanan sehingga berpotensi memotong arus kendaraan lain.
“Mobil yang keluar dari Samsat itu sering langsung ke kanan. Median di situ juga relatif pendek,” ujarnya.
Kondisi serupa terjadi ketika kendaraan dari arah Jalan Pemuda melintas lurus maupun saat kendaraan dari arah Jakarta melakukan putar balik di lokasi tersebut.
“Usulan kita mediannya diperpanjang atau dipasang separator beton sekitar 20 meter,” kata Gunawan.
Menurut dia, penataan itu diharapkan dapat menghilangkan pergerakan kendaraan yang saling memotong di satu titik.
“Jadi nanti tidak ada lagi crossing yang berisiko tinggi. Pergerakannya kita ubah menjadi merging dan diverging,” ucapnya.
Titik lain yang akan ditata berada di depan Kantor Kelurahan Kejaksan. Lokasi tersebut juga menjadi salah satu tempat kendaraan melakukan putar balik dari berbagai arah.
“Di depan Kelurahan Kejaksan juga kita lihat ada pergerakan putar balik. Ini yang akan kita atur supaya tidak mengganggu arus utama,” kata Gunawan.
Dishub juga mencatat kepadatan kendaraan di kawasan Jalan Karanggetas, terutama di sekitar Asia Toserba dan Surya Toserba.
“Kalau di Karanggetas, mulai sekitar pukul 09.00 sampai malam memang sering padat,” ujarnya.
Untuk kawasan tersebut, Dishub menyiapkan konsep kanalisasi bagi angkutan umum dengan menggunakan separator.
“Kita usulkan ada jalur yang lebih jelas untuk angkutan umum. Separator diperlukan supaya pergerakannya lebih teratur,” kata Gunawan.
Penataan juga akan dilakukan di sekitar sekolah dan pusat perdagangan, termasuk Jalan Pasuketan serta kawasan pertokoan emas di Karanggetas.
“Parkir di badan jalan juga menjadi perhatian. Kita akan lakukan penertiban dan memasang separator portabel maupun beton secara bertahap,” ucapnya.
Untuk separator permanen, Gunawan mengatakan pelaksanaannya menunggu proses penganggaran. Beberapa titik prioritas ditargetkan dapat dikerjakan pada 2027.
“Kalau yang permanen tentu menyesuaikan usulan dan kemampuan anggaran daerah. Kita targetkan beberapa titik prioritas bisa direalisasikan tahun 2027,” katanya.
Sambil menunggu penataan fisik, Dishub tetap melakukan pengaturan di lapangan. Petugas ditempatkan pada waktu dan lokasi yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.
“Untuk titik yang mendesak, petugas tetap kita lakukan pengaturan, terutama pagi dan sore,” ungkap Gunawan.
Selain rekayasa fisik, pengaturan lalu lintas juga didukung sistem lampu lalu lintas yang dapat menyesuaikan durasi berdasarkan kondisi kendaraan.
“Traffic light yang menggunakan sensor kamera bisa membaca kepadatan kendaraan secara real-time. Durasi lampunya kemudian bisa menyesuaikan kondisi arus,” katanya.
Gunawan berharap kombinasi rekayasa lalu lintas, pengaturan di lapangan dan sistem lampu tersebut dapat membuat pergerakan kendaraan di Kota Cirebon lebih aman dan tertib.
“Harapannya tentu arus kendaraan lebih lancar, crossing bisa dikurangi dan pengguna jalan merasa lebih aman,” tandas Gunawan. (Agus)


Tinggalkan Balasan