Dinkes Cirebon Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik, Warga Diminta Gunakan Masker
KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Material abu hasil erupsi gunung berapi dapat membawa risiko gangguan kesehatan, terutama apabila terhirup atau terkena kontak langsung dengan tubuh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, mengatakan abu vulkanik memiliki partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan kesehatan.
“Abu vulkanik tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, mata dan kulit. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Eni, Senin (7/9).
Menurutnya, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi hidung dan saluran pernapasan, batuk, sakit tenggorokan hingga sesak napas. Selain itu, partikel abu juga dapat memicu iritasi mata berupa kemerahan dan mata berair.
“Partikel abu yang berukuran sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran napas. Bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa memperburuk keluhan yang sudah ada,” katanya.
Eni menambahkan, abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan pada kulit, seperti rasa gatal, iritasi hingga risiko infeksi apabila terjadi gesekan dengan permukaan kulit.
Dinkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala berat agar segera mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas terdekat.
“Apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, gangguan penglihatan, kejang atau penurunan kesadaran, segera datang ke puskesmas, klinik maupun rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” tegasnya.
Untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik, masyarakat di wilayah terdampak diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.
Jika harus keluar rumah, warga disarankan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan kacamata.
“Kalau memang harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus dan gunakan pelindung mata agar risiko gangguan kesehatan bisa diminimalkan,” jelas Eni.
Pemerintah Kabupaten Cirebon juga akan mengeluarkan SE Bupati kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat Kabupaten Cirebon terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik gunung Anak Krakatau.
“Sesegera mungkin, kita akan buatkan SE Bupati tentang kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat Kabupaten Cirebon terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik gunung Anak Krakatau,” kata Eni.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat menggunakan masker berstandar perlindungan tinggi seperti N95 atau KN95, mengenakan pakaian lengan panjang dan sepatu tertutup.
Selain menjaga perlindungan diri, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan menutup rapat pintu dan jendela rumah. Sumber air bersih serta makanan juga harus dipastikan dalam kondisi tertutup agar tidak terkontaminasi abu.
“Setelah melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat sebaiknya segera mencuci tangan dan membersihkan wajah dengan air bersih,” kata Eni.
Sementara bagi pengguna jalan, Dinkes mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang serta membuat permukaan jalan menjadi licin.
Dalam proses pembersihan abu, masyarakat juga disarankan membasahi area yang tertutup abu terlebih dahulu sebelum disapu agar partikel halus tidak kembali beterbangan.
“Pembersihan abu sebaiknya dilakukan dengan cara yang aman agar tidak menimbulkan paparan ulang. Jangan sampai saat membersihkan justru abu kembali terhirup, bila gejala bertambah berat segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekar, seperti puskeemas atau rumah sakit,” pungkasnya. (Ghofar)


Tinggalkan Balasan