KUNINGAN, (FC).- UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan melakukan pemusnahan sarang ulat bulu di permukiman warga Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Minggu (8/2).
Penanganan dilakukan setelah koloni ulat bulu dilaporkan semakin banyak dan membahayakan kenyamanan serta keselamatan warga dan pengguna jalan.
Laporan disampaikan warga bernama Diding Sumardi (55), yang tinggal di RT 04 RW 01 Desa Pagundan.
Ia menghubungi petugas Damkar pada pukul 09.14 WIB setelah ulat bulu dari pohon jati putih di depan rumahnya terus menyebar hingga masuk ke rumah dan berjatuhan ke badan jalan.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan populasi ulat bulu di lokasi sudah pada tahap meresahkan karena tidak hanya mengganggu lingkungan rumah, tetapi juga berisiko menimpa pengendara yang melintas.
“Ulat bulu bersarang di pohon jati putih dengan populasi cukup banyak. Selain masuk ke rumah terbawa angin dan kabel, juga berjatuhan ke pengendara motor. Ini berpotensi menimbulkan iritasi bahkan kecelakaan,” ujar Andri.
Tim Regu 1 Damkar diberangkatkan pukul 09.30 WIB dan tiba di lokasi pukul 09.55 WIB. Penanganan berlangsung hingga pukul 11.35 WIB dengan melibatkan empat personel.
Petugas melakukan pemusnahan dengan cara membakar sarang di bagian atas pohon menggunakan alat dan gas, lalu dilanjutkan penyemprotan cairan insektisida untuk memastikan hama tidak kembali berkembang.
“Ada sedikit kendala karena posisi sarang berada di ketinggian. Petugas menggunakan besi panjang dan teknik pembakaran untuk menjangkau titik sarang, kemudian disemprot insektisida secara menyeluruh,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Damkar memastikan kondisi lokasi sudah aman setelah seluruh sarang utama berhasil dimusnahkan.
Andri menambahkan, penanganan gangguan hama berbahaya merupakan bagian dari tugas perlindungan masyarakat yang mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan tentang ketertiban umum dan penanggulangan bahaya kebakaran. Ia mengimbau warga segera melapor jika menemukan kondisi serupa agar dapat segera ditangani.(Angga)











































































































Discussion about this post