BUMDes Waled Kota Tembus Omzet Rp497 Juta, Bidik Laba Rp100 Juta
KAB.CIREBON, (FC).- Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dewata Prima Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, menunjukkan tren positif.
Baru berjalan selama enam bulan di tahun 2026, lembaga usaha desa tersebut berhasil melampaui target omzet tahunan dan optimistis membukukan laba hingga Rp100 juta pada akhir tahun.
Capaian tersebut disampaikan Direktur BUMDes Dewata Prima, Linda Meliana, dalam Musyawarah Desa (Musdes) penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Semester I Tahun 2026, Kamis (5/8).
Linda mengungkapkan, berdasarkan target awal, BUMDes Dewata Prima menargetkan omzet sebesar Rp395,5 juta dalam satu tahun. Namun hingga pertengahan tahun, realisasi omzet justru telah mencapai Rp497.030.000.
“Alhamdulillah, baru semester pertama pencapaian kami sudah melampaui target yang ditetapkan untuk satu tahun,” ujar Linda.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari pengembangan 13 unit usaha yang dijalankan BUMDes, mulai dari perdagangan umum, jasa keuangan, hingga pengelolaan sampah dan lingkungan.
Selain mencatat peningkatan omzet, BUMDes Dewata Prima juga membukukan laba bersih sebesar Rp75.859.500.
Setelah dikurangi biaya operasional dan honor pengurus selama Januari hingga Juni sekitar Rp49,6 juta, usaha desa tersebut masih mampu memberikan keuntungan yang cukup signifikan.
“Bagi kami yang baru dua tahun berdiri, capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti kerja keras seluruh pengurus,” katanya.
Linda menilai keberhasilan tersebut menjadi modal optimisme untuk mengejar target laba akhir tahun.
Terlebih, sejumlah unit usaha baru mulai menunjukkan perkembangan, seperti sektor pertanian melalui pengelolaan lahan sawah lima hektare yang diproyeksikan mulai panen November mendatang serta budidaya perikanan yang segera memasuki masa panen perdana.
“Kami optimistis target laba Rp100 juta bisa tercapai karena beberapa usaha baru mulai memberikan hasil,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada usaha yang sudah berjalan, BUMDes Dewata Prima juga berencana memperluas sektor bisnis dengan membuka kantin di lingkungan SMA Negeri Waled.
Program tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat desa.
Linda menegaskan, keberadaan BUMDes bukan hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, keberadaan BUMDes benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Bukan hanya besar namanya, tetapi juga besar hasil dan manfaatnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Waled Kota, H. Afiat, mengatakan target yang ditetapkan BUMDes bukan sekadar angka, melainkan berdasarkan kajian potensi pasar dan peluang usaha yang masih terbuka luas.
Menurutnya, sektor pembiayaan, perdagangan, jasa, pertanian, hingga desa wisata masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Kami menetapkan target berdasarkan ukuran pasar, bukan sekadar angka. Potensinya masih sangat besar dan masih bisa terus dikembangkan,” jelas Afiat.
Ia mengungkapkan, pemerintah desa terus memberikan dukungan melalui penyertaan modal sesuai kemampuan anggaran. Hingga tahun 2026, total penyertaan modal yang diberikan kepada BUMDes mencapai sekitar Rp115 juta.
Meski demikian, Afiat optimistis laba BUMDes dapat melampaui target awal dan mencapai Rp120 juta pada akhir tahun dengan dukungan berbagai unit usaha yang mulai berjalan.
“Semester pertama memang baru sekitar Rp26,5 juta, tetapi kami optimistis target akhir tahun tetap tercapai karena beberapa sektor mulai menghasilkan,” katanya.
Afiat menambahkan, keberhasilan BUMDes juga dipengaruhi kualitas sumber daya manusia pengelola yang dipilih melalui proses seleksi terbuka dan profesional.
Selain meningkatkan pendapatan desa, BUMDes Dewata Prima juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat dengan menyerap tenaga kerja lokal, membantu pemasaran produk UMKM melalui warung BUMDes, serta mengembangkan aplikasi pemesanan berbasis digital.
“Tujuan kami bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat Desa Waled Kota,” pungkasnya. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan