Atasi Kekeringan, BBWS Citarum Tambah Pasokan Air dan Pintu Darurat Bendung Salamdarma
INDRAMAYU,(FC).- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum akan menambah bukaan pintu darurat ke Bendung Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, kondisi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan sawah di Indramayu Barat
Plt Kepala BBWS Citarum, Abdul Ghoni Majdi, mengatakan, penambahan bukaan pintu darurat tersebut untuk meningkatkan pasokan air ke areal persawahan di Indramayu.
Terutama ribuan hektare sawah di enam kecamatan di wilayah barat Kabupaten Indramayu yang terancam gagal panen, yakni Kecamatan Sukra, Patrol, Anjatan, Kandanghaur, Gabuswetan, dan Bongas.
“Kami mengambil langkah cepat melalui penambahan bukaan pintu darurat untuk menyelamatkan persawahan di Indramayu,” kata Abdul Ghoni Majdi saat ditemui usai Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kekeringan di Aula Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (3/8/2026).
Rakor itu tampak dihadiri Anggota DPR RI, Daniel Muttaqien Syafiudin, para camat dan kuwu atau kepala desa terdampak kekeringan di wilayah barat Kabupaten Indramayu, perwakilan petani, dan lainnya.
Dalam rakor itu, para petani secara tegas meminta penambahan debit air ke Bendung Salamdarma yang menjadi pemasok utama ke Kecamatan Sukra, Patrol, Anjatan, Kandanghaur, Gabuswetan, dan Bongas.
Bahkan, sejumlah petani tampak mengancam berhenti menggarap sawah untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat gagal panen apabila pasokan air tidak ditambah secepatnya.
Karenanya, penambahan bukaan pintu darurat ke Bendung Salamdarma merupakan respons cepat jajaran BBWS Citarum dalam menindaklanjuti tuntutan petani dalam rakor tersebut.
“Air yang dilepas dari bendungan harus menempuh perjalanan 27 kilometer untuk mencapai Bendung Salamdarma, dan masih terjadi kebocoran maupun kehilangan, sehingga berkurang jauh,” ujar Abdul Ghoni Majdi.
Ia menyampaikan, BBWS Citarum mengalokasikan debit air sebanyak 20 meter kubik perdetik, tetapi jumlah yang tiba di Bendung Salamdarma hanya mencapai lima kubik perdetik.
Pihaknya memastikan, penambahan bukaan pintu darurat tersebut akan menambah pasokan air ke Bendung Salamdarma hingga mencapai 26 meter kubik perdetik, sehingga mencukupi untuk kebutuhan para petani.
“Suplai air juga akan ditopang dari Waduk Jatiluhur, Cirata, dan Saguling, sehingga diharapkan langkah ini mampu menyrlamatkan sektor pertanian di wilayah barat Kabupaten Indramayu,” kata Abdul Ghoni Majdi.
Sementara Anggota DPR RI, Daniel Muttaqien Syafiudin, mengatakan, penyelamatan lahan pertanian di wilayah Kabupaten Indramayu tersebut bersifat mendesak dan tidak bisa ditunda.
Pasalnya, stabilitas produksi beras di Kabupaten Indramayu sangat krusial bagi kesuksesan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Indramayu merupakan daerah lumbung pangan, sehingga pemerintah melalui BBWS Citarum wajib berkomitmen penuh, dan segera merealisasikan kebutuhan air bagi petani di Kabupaten Indramayu,” pungkasnya. (Agus Sugianto)


Tinggalkan Balasan