KUNINGAN, (FC).- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan didorong untuk meninggalkan pola kerja administratif semata dan mulai membangun budaya kerja yang berorientasi pada solusi, hasil, serta dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar saat memberikan pembekalan dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) BKPSDM Kabupaten Kuningan Angkatan I Tahun 2026, Sabtu (22/8).

Di hadapan para peserta pelatihan, Dian menegaskan ASN harus mampu menjadi problem solver atau pemecah masalah dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Menurutnya, birokrasi tidak membutuhkan aparatur yang hanya berhenti pada identifikasi masalah atau mencari alasan ketika menghadapi kendala. Sebaliknya, ASN harus mampu memahami persoalan, mencari alternatif penyelesaian, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kalau memang tidak bisa dengan cara pertama, cari cara kedua. Ketika ada pertanyaan yang tidak bisa kita jawab, kita tidak boleh berhenti di ‘saya tidak tahu’. Kita harus punya kemauan untuk mencari jawaban,” ujar Dian.

Ia mengingatkan, keterbatasan aturan maupun sumber daya tidak boleh menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan. Regulasi, kata dia, harus dijadikan dasar untuk mencari strategi penyelesaian, bukan alasan untuk menghentikan langkah.

Selain kemampuan memecahkan masalah, Dian juga menekankan pentingnya kecerdasan seorang pemimpin birokrasi secara menyeluruh. Mulai dari kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, hingga sosial.

Menurutnya, kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu aspek penting dalam kepemimpinan. Sikap mudah marah atau tidak mampu mengelola emosi dapat berdampak terhadap hubungan kerja dan kualitas pengambilan keputusan.

Dalam kesempatan tersebut, Dian juga mendorong ASN memiliki sense of ownership atau rasa memiliki terhadap organisasi.

Ia meminta aparatur tidak hanya bekerja ketika mendapatkan perintah, tetapi mampu membaca persoalan dan mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan.

“Jangan bekerja karena perintah saja. Kuasai tugas pokok dan fungsi, kerjakan dengan hati. Jangan bekerja karena merasa diperintah saja. Itu tandanya kita tidak punya tanggung jawab,” tegasnya.

Dian juga mengajak peserta mengubah cara pandang mengenai kinerja. Menurutnya, bekerja dan berkinerja memiliki makna yang berbeda.

“Kalau bekerja itu aktivitas, kalau berkinerja itu hasil dan dampak yang ditimbulkan,” jelasnya.

Karena itu, pejabat pengawas tidak cukup hanya menghitung jumlah pekerjaan yang selesai, tetapi harus mampu melihat perubahan yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut.

“Pemimpin itu tidak hanya bertanya, ‘Apa yang sudah dikerjakan?’ Tapi tanyalah, ‘Apa yang sudah berubah ke arah perbaikan dalam memberikan layanan?’” katanya.

Ia menilai, keberhasilan ASN dan perangkat daerah bukan hanya dilihat dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Keberhasilan pemimpin atau ASN tidak hanya seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan, tapi juga mampu menyelesaikan persoalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan Beni Prihayatno melalui Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Iis Risnawati mengatakan, PKP Angkatan I Tahun 2026 diikuti sebanyak 34 pejabat pengawas dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan di lingkungan Pemkab Kuningan.

Pelatihan tersebut berlangsung sejak 6 Juli hingga 18 November 2026 dengan metode blended learning, yakni perpaduan pembelajaran daring dan tatap muka di Kampus UPTD Pengelola Fasilitas Pengembangan SDM BKPSDM Kuningan.

Materi yang diberikan mencakup penguatan integritas, kepemimpinan, hingga aktualisasi kepemimpinan melalui aksi perubahan.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan pengawas sekaligus membawa perubahan pola kerja dalam birokrasi.

ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan tugas, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, solusi, dan perubahan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (Angga)