KUNINGAN, (FC).- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menyalurkan bantuan sosial kepada warga binaan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026, Sabtu (7/11).

Bantuan berupa beras, minyak goreng, telur, mi instan, kopi, dan rokok tersebut menjadi bentuk kepedulian jajaran Lapas Kuningan terhadap warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.

Kegiatan itu diikuti pejabat struktural, Kepala Regu Pengamanan (Karupam), serta staf Lapas Kelas IIA Kuningan. Selain menyalurkan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan.

Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Kuningan, Kusrin Yusyuf, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian jajaran pemasyarakatan terhadap warga binaan.

“Pemberian bantuan sosial ini merupakan bentuk perhatian kami kepada warga binaan. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta memberikan semangat bagi warga binaan untuk terus mengikuti proses pembinaan dengan baik,” ujarnya.

Staf Lapas Kelas IIA Kuningan, Reni Farida A, menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga untuk membangun rasa kebersamaan dan kepedulian.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi warga binaan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan salah seorang warga binaan berinisial BR. Ia mengaku bersyukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan jajaran Lapas Kuningan.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi bentuk kepedulian yang membuat kami merasa diperhatikan selama menjalani masa pembinaan,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Kuningan berharap peringatan Hari Bhakti Kemenimipas menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian dan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Dengan demikian, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan perilaku, tetapi juga mengedepankan perhatian, kebersamaan, dan pelayanan yang humanis terhadap warga binaan. (Angga)