INDRAMAYU, (FC).- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu menyiapkan madrasah inklusif untuk memperluas layanan pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, Slamet Edi, mengatakan, saat ini jajarannya tengah mendata berapa banyak madrasah yang memiliki siswa berkebutuhan khusus.

Menurut dia, pendataan itu sebagai tindak lanjut sekaligus sosialisasi ke satuan pendidikan mengenai kebijakan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1751 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Pendidikan Islam.

“Kebijakan ini menjadi landasan untuk mendorong layanan pendidikan Islam di lingkungan madrasah yang lebih inklusif dan berkeadilan,” ujar Slamet Edi, Selasa (3/11).

Ia mengatakan, pendataan semacam itu menjadi langkah awal untuk menyiapkan pembentukan tim madrasah inklusif untuk membantu satuan pendidikan memberikan perhatian kepada peserta didik yang membutuhkan dukungan khusus.

Pihaknya mengakui, pembentukan tim tersebut sebagai wujud dukungan Kemenag terhadap kebutuhan madrasah yang memiliki siswa berkebutuhan khusus, sehingga mampu mengikuti pembelajaran seperti siswa lainnya.

Nantinya, tim madrasah inklusif menjadi cikal bakal keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang melibatkan Kemenag hingga satuan pendidikan setelah surat keputusan madrasah inklusif diterbitkan.

“ULD ini untuk memastikan anak berkebutuhan khusus di madrasah mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai kebutuhan, dan potensinya, sehingga mendorong terwujudnya layanan pendidikan Islam yang inklusif serta berkeadilan,” kata Slamet Edi.

Sementara, Ketua Yayasan Cahaya Semesta Indramayu yang menaungi Sekolah Alam Indramayu, Aas Syafrudin, menyambut baik rencana pembentukan ULD di lingkungan madrasah.

Pasalnya, selama ini Sekolah Alam Indramayu yang membuka jenjang pendidikan RA, MI, dan MTs, tersebut, telah menjalankan pendampingan bagi peserta didik yang memiliki kebutuhan belajar beragam.

Bahkan, Sekolah Alam Indramayu memiliki pendekatan khusus untuk menggabung peserta didik berkebutuhan khusus yang tetap belajar bersama siswa lainnya di kelas, dan didukung guru pendamping.

Karenanya, pendekatan semacam itu memberi kesempatan kepada setiap anak untuk mengikuti pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing tanpa memisahkan mereka dari lingkungan belajar bersama.

“Kami sudah memiliki layanan pendukung tenaga berlatar belakang psikologi dan guru pendamping khusus untuk membantu asesmen dalam mengenali kemampuan serta kebutuhan anak, kemudian menyusun RPI (Rencana Pembelajaran Individual),” pungkasnya. (F-08)