KAB. CIREBON, (FC).- Cirebon Power mendorong Posyandu di sekitar wilayah operasionalnya tidak hanya aktif dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu mandiri dan produktif.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Posyandu Mandiri dan Produktif (Posmart) yang telah berjalan selama enam bulan di empat desa.

Program Posmart tahap pertama menyasar Desa Citemu, Bandengan, Waruduwur dan Kanci. Puncak rangkaian pelatihan digelar melalui Gebyar Posmart, Senin (31/8), sekaligus menjadi momentum evaluasi peningkatan kapasitas kader Posyandu.

Head of CSR Cirebon Power, Fernando Eka Satria, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan kader melalui pelatihan berkelanjutan, bukan sekadar pemberian sarana dan prasarana.

“Ini merupakan puncak pelatihan selama enam bulan untuk meningkatkan kapasitas Posyandu di empat desa. Kami bukan hanya memberikan peralatan, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan keahlian para kader,” ujar Fernando.

Menurutnya, Posmart juga mendorong kader mengembangkan aktivitas produktif secara bersama-sama. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kekompakan sekaligus membangun kemandirian kelompok.

“Aktivitas produktif ini bukan semata untuk ekonomi, tetapi juga memperkuat kebersamaan para kader,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 40 kader mengikuti pelatihan secara rutin. Materi yang diberikan meliputi pencatatan dan pelaporan kegiatan Posyandu, pendampingan ibu hamil, serta pemenuhan makanan dan kebutuhan gizi.

Kepala Puskesmas Mundu sekaligus Plt. Kepala Puskesmas Astanajapura, drg. Tanti Trislowati, menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat langsung bagi kader.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh membuat kader lebih percaya diri dalam menjalankan pelayanan Posyandu.

“Pelatihan ini menambah pengetahuan, keterampilan, serta memperkuat persatuan dan kekompakan kader,” ujarnya.

Tanti mengatakan peningkatan kapasitas tersebut juga membuat kader semakin mandiri dalam menjalankan pelayanan dasar.

Dengan keterampilan yang memadai, kader tidak harus selalu bergantung kepada bidan dalam menjalankan tugas-tugas Posyandu.

“Kader menjadi semakin mampu dan mandiri, sehingga tidak harus selalu bergantung kepada bidan,” katanya.

Cirebon Power berencana memperluas Program Posmart ke empat desa lainnya. Perluasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu sekaligus memperkuat kemandirian kader di wilayah sekitar perusahaan.

Fernando menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Dinas Kesehatan dan pemerintah desa yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Kami bersyukur mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan para kepala desa sejak awal hingga puncak kegiatan,” ungkapnya.

Melalui Posmart, Cirebon Power berharap keberadaan Posyandu semakin kuat sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat, dengan kader yang terampil, mandiri dan mampu mengembangkan kegiatan produktif secara berkelanjutan. (Nawawi)