TOP! Tiga Perangkat Daerah Kota Cirebon Raih Penghargaan Public Service Award Jawa Barat 2026
KOTA CIREBON, (FC).- Tiga perangkat daerah di lingkungan Pemkot Cirebon berhasil meraih penghargaan Public Service Award Jawa Barat 2026 dari MarkPlus Institute, pada Kamis (20/8) kemarin.
Hal sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap instansi, lembaga negara, perseorangan, kelompok masyarakat maupun pihak swasta yang dinilai memiliki dedikasi dalam membangun pelayanan prima.
Penilaian Public Service Award Jawa Barat 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, di antaranya kinerja, pemanfaatan teknologi, inovasi, serta dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat melalui pelayanan publik selama satu tahun terakhir.
Pemkot Cirebon sebelumnya mengusulkan enam perangkat daerah untuk mengikuti ajang tersebut. Dari enam perangkat daerah yang diusulkan, tiga di antaranya berhasil terpilih sebagai penerima Public Service Award Jawa Barat 2026.
Ketiga perangkat daerah tersebut yakni Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Dinas Pendidikan Kota Cirebon, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon (DKP3).
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Muhammad Jatnika menyampaikan, penghargaan tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dikembangkan perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dari inovasi yang dianggap impactful, misalnya Sekretariat Daerah memiliki dashboard pimpinan dan informasi kinerja melalui esakip.cirebonkota.go.id. Kami juga menjadi koordinator dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan pelayanan publik serta TPID yang sebelumnya juga mendapatkan penghargaan,” ujarnya, Rabu (26/8).
Menurutnya, inovasi juga terus dikembangkan oleh perangkat daerah lainnya, termasuk DKP3 melalui berbagai program di bidang ketahanan pangan.
“DKP3 memiliki beberapa inovasi dalam ketahanan pangan, seperti Mobil Pangan Keliling (Mol Pangling). Inovasi seperti ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Jatnika mengungkapkan, di sektor pendidikan juga terdapat berbagai inovasi dan prestasi juga terus bermunculan di sejumlah sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.
“Dinas Pendidikan memiliki beberapa prestasi dan inovasi yang tersebar di berbagai sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Beberapa SMP Negeri berhasil meraih Adiwiyata, kemudian ada inovasi Multi Talenta Class dan Tokoh Mengajar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program Tokoh Mengajar menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman dan inspirasi baru bagi para siswa.
“Melalui Tokoh Mengajar, dalam beberapa kesempatan kami menghadirkan tokoh-tokoh di Kota Cirebon untuk mengajar sekaligus memberikan inspirasi kepada para siswa di sekolah,” jelasnya.
Raihan Public Service Award Jawa Barat 2026 oleh tiga perangkat daerah tersebut menjadi bukti bahwa inovasi, pemanfaatan teknologi dan pelayanan yang berorientasi kepada masyarakat dapat berjalan beriringan.
Jatnika berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kinerja yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi pemacu semangat seluruh perangkat daerah untuk terus berkolaborasi, berinovasi dan beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi, khususnya di era kecerdasan buatan.
“Penghargaan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat inovasi dan memanfaatkan teknologi agar pelayanan kepada masyarakat semakin adaptif dan responsif,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memberikan apresiasi kepada perangkat daerah yang mendapatkan penghargaan.
“Saya memberikan apresiasi kepada perangkat daerah yang telah mendapatkan penghargaan. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan inovasi yang dilakukan memberikan hasil yang baik,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti pada sejumlah perangkat daerah saja. Perangkat daerah lainnya juga didorong untuk meningkatkan kualitas kinerja sehingga ke depan dapat menyusul memperoleh penghargaan.
“Untuk perangkat daerah yang belum mendapatkan penghargaan, jangan berkecil hati. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus berbenah, meningkatkan kinerja, dan mudah-mudahan ke depan bisa menyusul mendapatkan penghargaan,” katanya.
Edo menegaskan, penghargaan bukan semata-mata menjadi tujuan, melainkan menjadi indikator bahwa program dan pelayanan yang diberikan pemerintah daerah berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan inovasi, dan bekerja secara optimal demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik di Kota Cirebon.
Penghargaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bandung Marketing Week 2026 yang mengusung tema “Winning The Competition in The Age of AI”.
Tahun ini, Indonesia Marketing Festival (IMF) menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku bisnis, industri, akademisi, pemerintah dan komunitas untuk memahami peran kecerdasan buatan dalam memenangkan persaingan melalui strategi yang adaptif, kreatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Jawa Barat, Nanin Hayani Adam turut memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah daerah.
“AI tidak akan menggantikan kreativitas manusia. Justru teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas dan kemampuan manusia dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya. (Agus)



Tinggalkan Balasan