Di Tengah Efisiensi Anggaran, Penggemblengan Calon Paskibra Tetap Optimal
KOTA CIREBON, (FC).- Adanya efisiensi anggaran hampir seluruh SKPD di Kota Cirebon, ikut mengubah pola penggemblengan 32 calon Paskibraka Kota Cirebon 2026.
Kesbangpol Kota Cirebon kini tak lagi leluasa menghadirkan narasumber profesional berhonor, tetapi kebutuhan makan dan kesehatan peserta tetap diprioritaskan.
Kepala Kesbangpol Kota Cirebon, Eli Haryati, mengatakan efisiensi anggaran membuat pihaknya harus mencari strategi agar program pemusatan calon Paskibraka tetap berjalan optimal.
Menurut Eli, salah satu pos yang terkena dampak efisiensi adalah honor narasumber profesional.
Padahal, sebelumnya Kesbangpol berencana menghadirkan narasumber profesional untuk memberikan pembekalan kepada para calon Paskibraka, terutama terkait kemampuan menjadi teladan dan public speaking.
“Kalau dengan efisiensi ini kan honor terpaksa ditarik, tidak ada. Ya kita juga kan enggak mungkin memanggil profesional enggak dibayar,” ujar Eli saat diwawancarai di kantornya, Rabu (12/8).
Sebagai gantinya, Kesbangpol mengoptimalkan narasumber dari lingkungan pemerintah daerah, seperti jajaran SKPD, maupun pihak lain yang bersedia memberikan materi tanpa honor.
“Ya akhirnya kita pindah ke para SKPD atau narasumber lain yang dengan ikhlas hati tidak berbayar tapi optimal,” ucapnya.
Meski anggaran diperketat, Eli memastikan kebutuhan makanan para calon Paskibraka tidak menjadi sasaran utama penghematan.
Menurutnya, makanan berkaitan langsung dengan kondisi fisik dan daya tahan tubuh peserta yang setiap hari menjalani latihan.
“Kita lebih mengutamakan pada menu, pada ekstra puding, karena itu kan menyangkut banget,” jelas dia.
Ia mengakui, dengan keterbatasan anggaran, program yang diberikan kepada peserta memang tidak bisa seleluasa ketika belum dilakukan efisiensi.
Namun, pihaknya berusaha mencari bagian lain yang dapat dihemat tanpa mengganggu kebutuhan utama peserta.
“Dengan ada efisiensi tapi pekerjaan bisa optimal,” katanya.
Eli menegaskan, kebutuhan makan peserta selama pemusatan tetap diupayakan terpenuhi.
Untuk makan siang dan sore, makanan disediakan oleh panitia. Sementara sarapan pagi sebelum peserta mengikuti kegiatan pemusatan dilakukan dengan cara berbeda.
Para calon Paskibraka diminta membawa sarapan sendiri dari rumah. Bukan sekadar membawa, makanan yang dibawa peserta juga diperiksa oleh panitia.
“Dicek, dilihat menunya dan enggak boleh enggak ada yang enggak bawa sarapan,” katanya.
Dengan pola tersebut, kebutuhan makan peserta tetap terjaga meski terdapat keterbatasan anggaran.
“Jadi kita berusaha dengan efisiensi ini tetap memberikan yang paling baik lah, yang paling maksimal,” ujar Eli. (Agus)



Tinggalkan Balasan