Cegah Stunting, KKN UNISA Gerakkan Gematelmisu di PAUD
KUNINGAN, (FC).- Upaya pencegahan stunting terus digencarkan sejak usia dini. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan Kelompok 01 Desa Bandorasawetan menggandeng Bunda PAUD Kuningan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan menggerakkan program Gematelmisu (Gerakan Makan Telur dan Minum Susu).
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Kober Pelita dan TK Adiria, Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus, Rabu (12/8).
Selain memberikan edukasi pentingnya makanan bergizi, mahasiswa juga membagikan telur dan susu kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan pemenuhan protein bagi anak usia dini.
Gematelmisu merupakan program yang digagas Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bunda PAUD Kuningan.
Program tersebut bertujuan membangun kebiasaan konsumsi makanan bergizi, khususnya protein tinggi, sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sejak anak berada di jenjang PAUD.
Mewakili Bunda PAUD Kuningan Hj. Ela Helayati, Kepala Bidang PAUD Dikmas Disdikbud Kuningan, Dicky Mahardika, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UNISA dalam mendukung program tersebut.
“Ini bagus sekali. KKN dari teman-teman UNISA mendukung kegiatan Bunda PAUD Kabupaten, salah satunya Gematelmisu. Mereka ikut menginisiasi dengan membagikan telur dan susu ke Kober serta TK di Desa Bandorasawetan,” ujar Dicky.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga harus didukung dengan pemenuhan kebutuhan gizi yang baik.
“Pendidikan anak usia dini sangat penting dalam siklus kehidupan manusia. Di usia dini inilah mental anak mulai terbentuk sebelum masuk SD. Ketika mentalnya sudah siap, proses pendidikan akan lebih lancar,” katanya.
Dicky menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup setiap hari.
“Begitu penting nutrisi bagi anak. Bukan hanya pendidikan di sekolah maupun lingkungan, makanan juga mendukung pertumbuhan anak usia dini,” tegasnya.
Ia berharap Gematelmisu dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam membantu menekan angka stunting di Kabupaten Kuningan.
“Kabupaten Kuningan masih memiliki angka stunting. Mudah-mudahan dengan anak-anak gemar minum susu, makan telur, serta kesadaran orang tua meningkat, sedikit banyak dapat mengurangi angka stunting,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kecamatan Cilimus Risanti yang mewakili Bunda PAUD Kuningan, Camat Cilimus Ade Bunyamin, Kepala Bidang PAUD Dikmas Dicky Mahardika, Kepala Desa Bandorasawetan Yayan Fudiyani, Bunda Bayangkari, serta perwakilan PD Himpaudi dan IGTKI.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNISA, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Melalui langkah sederhana seperti membiasakan anak mengonsumsi telur dan susu, upaya membangun generasi Kuningan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat dimulai sejak dini. (Angga)


Tinggalkan Balasan