Cegah Kebakaran di TPA Kopiluhur, DLH Kota Cirebon Pasang Ventilasi untuk Kurangi Penumpukan Gas Metana
KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon memilih memperkuat langkah pencegahan dibanding menunggu kebakaran terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasang sistem ventilasi untuk mengurangi penumpukan gas metana yang berpotensi memicu kebakaran saat musim kemarau.
Kepala DLH Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini mengatakan gas metana menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di TPA. Gas tersebut terbentuk dari proses pembusukan sampah organik yang menghasilkan uap di tengah suhu panas dan minimnya oksigen.
“Dalam kondisi tertentu, gas metana dapat terbakar hanya karena percikan api kecil,” ujar Fina, Rabu (5/8).
Sebagai langkah antisipasi, kata Fina, DLH telah menanam dua pipa berdiameter besar di area gunungan sampah TPA Kopiluhur. Pipa tersebut dipasang hingga kedalaman sekitar 28 meter untuk berfungsi sebagai saluran pelepasan gas metana dari dalam timbunan sampah.
“Penanaman pipa gas metana sudah kami lakukan beberapa bulan lalu,” kata Fina.
Menurutnya, pemasangan ventilasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi berbagai kasus kebakaran TPA di sejumlah daerah. Dari hasil kajian tersebut, penumpukan gas metana di dalam timbunan sampah menjadi faktor yang paling sering memicu kebakaran.
Melalui ventilasi tersebut, gas metana dapat keluar secara bertahap sehingga tidak menumpuk di dalam gunungan sampah dan risiko terjadinya kebakaran dapat ditekan.
“Cara kerjanya, gas metana yang ada di dalam akan keluar melalui ventilasi udara, sehingga konsentrasinya berkurang,” jelasnya.
Selain memasang ventilasi, DLH juga telah menyiapkan material pasir di sejumlah titik strategis di kawasan TPA. Pasir digunakan sebagai media utama untuk menutup sumber api apabila muncul kepulan asap atau titik panas.
Fina menjelaskan, penanganan kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran pada umumnya. Penggunaan air justru dapat memperbesar kobaran api akibat reaksi yang terjadi di dalam timbunan sampah.
“Kami sudah siagakan pasir di beberapa titik. Jadi saat ada kepulan asap langsung diurug dengan pasir agar tidak membesar,” ujarnya.
Tak hanya itu, DLH Kota Cirebon juga menempatkan personel yang berjaga dan melakukan patroli selama 24 jam. Pengawasan dilakukan untuk mendeteksi lebih dini potensi kebakaran sekaligus mengantisipasi insiden yang dipicu kelalaian manusia.
“Patroli standby 24 jam mengawasi TPA,” pungkasnya. (Agus)



Tinggalkan Balasan