PKB Kota Cirebon Targetkan Kursi DPRD Tiap Dapilnya
KOTA CIREBON, (FC).- Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Cirebon pada Minggu (2/8) di Alun-alun Kejaksan berlangsung meriah.
Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan target politik di Pileg yang akan datang. Saat ini, PKB Kota Cirebon memiliki tiga kursi DPRD yang tersebar di tiga dapil, ditargetkan memperbanyak perolehan kursi DPRD, hingga seluruh daerah pemilihan (dapil) di Kota Cirebon.
“Bismillah ya, mohon doa restunya. PKB itu sekarang kan tiga kursi dari tiga dapil. Semuanya kan ada lima dapil. Mohon doanya, semoga terisi semuanya di lima dapil ini,” ujar Farida.
Ia mengaku optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh kader serta strategi politik yang mengikuti perkembangan zaman. Demi memenuhi target tersebut, harus kolaborasi dan pendekatan terhadap Gen Z.
Menurut Siti Farida, generasi muda menjadi salah satu fokus utama PKB dalam memperkuat basis kader dan elektoral. Karena itu, partainya mulai menyusun berbagai program yang lebih dekat dengan karakter generasi Z.
“Kita melalui pendekatan-pendekatan yang disukai para Gen Z tentunya. Program-program di antaranya adalah bagaimana meningkatkan kader-kader Gen Z ini. Sekarang 46 persen kita sedang mengutamakan untuk dapat merekrut para Gen Z atau generasi muda ini dengan program-program yang dinantikan kehadirannya,” jelas dia.
Ia menilai, keterlibatan anak muda tidak hanya penting untuk regenerasi partai, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran politik generasi muda. “Dibutuhkan kolaborasi dari para Gen Z ini agar mereka bisa hadir, bisa tertarik, dan melek politik,” katanya.
Di sisi lain, momentum Harlah ke-28 juga dimanfaatkan PKB Kota Cirebon untuk mempertegas komitmennya dalam melayani masyarakat. Mengusung slogan ‘Peduli Umat, Melayani Rakyat’, DPC PKB Kota Cirebon menggelar berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Kegiatan tersebut meliputi pelayanan kesehatan gratis, layanan pendidikan, bazar sembako murah, hingga kolaborasi dengan pelaku UMKM dan berbagai vendor di Kota Cirebon.
“Hari ini program-programnya di antaranya pelayanan kesehatan, pendidikan, bazar murah atau sembako. Alhamdulillah bisa berkolaborasi dengan para vendor dan UMKM yang ada di Kota Cirebon. Alhamdulillah acara berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan PKB selama 28 tahun tidak dapat dipisahkan dari sejarah kelahirannya yang berasal dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) serta peran Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
“PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Sampai 28 tahun kemudian PKB masih eksis hingga hari ini. Kelahiran PKB tak bisa lepas dari peran seorang ulama besar, Gus Dur, yang menjadikan PKB tetap eksis dalam politik Ahlussunnah wal Jama’ah,” pungkasnya. (Agus)



Tinggalkan Balasan