MAJALENGKA, (FC).- Jelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, para pedagang musiman pernak pernik agustusan seperti bendera merah putih di tengah Kota Majalengka, masih mengeluhkan sepinya pembeli. Padahal perayaan kemerdekaan tinggal dua pekan lagi.

Hal ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya, dimana para penjualan pernak pernik agustusan sudah merasakan ramainya para pembeli, namun saat ini dagangan mereka masih nampak menumpuk alias belum banyak laku terjual.

Pantauan wartawan pada Minggu (2/8), di beberapa titik penjualan sejumlah pedagang mulai tampak membuka lapak di pinggir jalan utama, seperti di jalan Cigasong, Pasar Lawas, kawasan sekitar GGM Majalengka, hingga ujung Kota Majalengka seperti di wilayah Kecamatan Kadipaten.

Bendera berbagai ukuran, mulai dari umbul-umbul, hingga background kain merah putih tampak dijajakan. Namun, pembeli yang datang belum signifikan.

“Saya sudah buka sejak seminggu lalu, tapi masih sepi. Baru laku beberapa bendera kecil dan satu set background saja,” ujar Jaenudin, pedagang bendera asal Kota Cirebon, yang setiap tahun berjualan di wilayah Kota Majalengka.

Menurutnya, situasi ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, dua hingga tiga minggu sebelum 17 Agustus, sudah mulai banyak warga maupun perwakilan RT, RW, hingga instansi yang datang membeli. Tahun ini, lonjakan itu belum terlihat.

“Kita sudah siapkan stok banyak, tapi belum banyak yang lirik. Mungkin orang-orang masih nunggu pas mendekati 17 Agustus,” ucapnya.

Jaenudin menjual bendera mulai dari ukuran kecil seharga Rp15 ribu hingga bendera besar dan background kain merah putih seharga Rp200 ribu. Ia juga menyediakan paket dekorasi lengkap untuk kantor dan sekolah, namun pemesanan masih sangat minim.

Hal serupa juga disampaikan Cakra, pedagang lainnya di jalan raya Ligung – Jatiwangi. Ia memperkirakan daya beli masyarakat masih rendah karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Tahun lalu akhir Juli ini orang sudah belanja ramai-ramai. Sekarang paling cuma satu dua orang yang mampir. Itu pun beli bendera kecil buat di motor atau rumah. Uang penjualan bendera tersebut hanya cukup untuk makan saja,” kata Cakra

Ia berharap, memasuki minggu pertama Agustus penjualan bisa meningkat, apalagi pemerintah sudah menghimbau untuk pemasangan bendera dan dekorasi kemerdekaan.

Namun kenyataannya, imbauan tersebut belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pembelian pernak-pernik kemerdekaan di lapangan. Sebagian warga masih terlihat menunda membeli bendera, sementara sejumlah kantor dan toko juga belum mulai menghias lingkungannya. (Munadi)