Pelabuhan Cirebon Miliki Posisi Strategis Dukung Pasok Bahan Industri di Jabar dan Jateng
KOTA CIREBON, (FC).- Peran Pelabuhan Cirebon sebagai gerbang distribusi logistik di Jawa Barat kembali terlihat melalui aktivitas bongkar muat ribuan ton jagung asal Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional II Cirebon mencatat sebanyak sekitar 4.700 ton jagung dibongkar melalui Pelabuhan Cirebon, Kamis (22/5). Komoditas tersebut diangkut menggunakan dua kapal dari Pelabuhan Dompu, NTB.
Branch Manager PT Pelindo Regional II Cirebon, Hari Priyatna mengatakan dua kapal yang melayani distribusi jagung tersebut yakni Kapal Langgeng dan Kapal Bunga Melati 21.
“Ada dua kapal, Kapal Langgeng dan Kapal Bunga Melati 21,” ujar Hari.
Ia menjelaskan, Kapal Bunga Melati 21 membongkar sekitar 2.200 ton jagung, sedangkan Kapal Langgeng menangani sekitar 2.500 ton.
Menurut Hari, seluruh jagung tersebut didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak di wilayah Cirebon, khususnya perusahaan besar yang bergerak di sektor tersebut.
“Untuk pakan ternak, akan dibongkar di Pokphand dan Japfa,” katanya.
Tidak hanya melayani bongkar muat jagung, Pelabuhan Cirebon juga menjadi pusat distribusi berbagai komoditas penting lainnya, mulai dari curah cair, curah kering, general cargo hingga break cargo.
Hari menegaskan, keberadaan Pelabuhan Cirebon memiliki posisi strategis dalam mendukung rantai pasok industri di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Pelabuhan ini menjadi titik distribusi utama berbagai kebutuhan industri dari luar daerah, seperti Kalimantan dan Sumatera.
“Peran Pelabuhan Cirebon adalah sebagai penghubung dan gerbang ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, distribusi komoditas dari Pelabuhan Cirebon tidak hanya menyasar wilayah Ciayumajakuning, tetapi juga menjangkau Bandung Raya, Purwakarta, Ajibarang hingga Tegal, Jawa Tengah.
Bahkan, kebutuhan bahan baku industri seperti batu bara untuk sektor semen dan tekstil di Bandung sebagian besar dipasok melalui Pelabuhan Cirebon.
“Yang di Bandung itu rata-rata dari sini. Bongkarnya di sini semua,” kata Hari.
Dengan aktivitas distribusi yang terus meningkat, Pelabuhan Cirebon kini menjadi salah satu simpul logistik penting di Jawa Barat. Apalagi, pelabuhan tersebut merupakan satu-satunya pelabuhan umum di Jawa Barat yang berada di bawah pengelolaan Pelindo.
“Kalau di Jawa Barat di bawah Pelindo cuma satu, yaitu Pelabuhan Cirebon,” pungkasnya. (Agus)



Tinggalkan Balasan