Warga Karawang Tewas Usai Hantam Belakang Truk yang Sedang Parkir
KAB.CIREBON, (FC).- Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang truk fuso yang sedang parkir di bahu jalan di jalur pantura termasuk Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.
Insiden kecelakaan itu bermula saat korban seorang diri mengendarai sepeda motor jenis Honda bernopol D 6342 UCI dari arah Arjawinangun menuju Susukan sekitar pukul 06.00 WIB. Identitas korban diketahui berinisial P (38), warga Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.
Namun nahas, laju motornya tak terkendali hingga menabrak bagian belakang truk fuso bernopol B 9183 JEU yang dikemudikan U (51), warga Sukoharjo, Jawa Tengah yang terparkir di sisi jalan.
Benturan keras membuat korban terpental dan mengalami luka parah di bagian kepala. Warga yang mendengar suara tabrakan tersebut bergegas menolong, namun nyawa korban tak tertolong saat dalam perjalanan menuju RSUD Arjawinangun.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga akibat kurangnya kewaspadaan pengendara terhadap kondisi jalan di depannya.
“Korban menabrak bagian belakang truk yang sedang berhenti (parkir,-red) di pinggir jalan. Korban meninggal dunia saat mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Anom pihaknya masih memintai keterangan sopir truk dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“Kami dari Satlantas Polresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di pagi hari ketika jarak pandang masih terbatas. Kami terus ingatkan pengendara untuk menjaga jarak aman dan selalu waspada terhadap kendaraan di depan. Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas,” ungkapnya.
Di sisi lain, akibat adanya peristiwa kecelakaan ini sempat menarik perhatian warga dan viral di media sosial. Video dan foto-foto proses evakuasi korban yang dilakukan polisi bersama warga menyebar luas di berbagai grup whatsap dan platform media sosial. (Johan)


Tinggalkan Balasan