KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon melakukan langkah sigap menanggapi keluhan warga atas kondisi sampah yang menggunung di areal depan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) karena over kapasitas selama 3 bukan hingga menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu warga yang melintas, pemdes setempat melakukan pembersihan tumpukan sampah tersebut, Selasa (3/6/2025).
Pengelola TPS3R Desa Ambulu, Rosikin menjelaskan, terjadinya tumpukan sampah di depan TPS3R tersebut berawal saat karyawan pengelola sampah yang awalnya 4 orang berkurang menjadi dua orang, sehingga kemampuan melakukan pengolahan sampah dalam sehari hanya mampu melakukan pengolahan sekitar 1.5 ton, sementara sampah yang masuk dari tim pemungut sampah yang masuk dalam sehari mencapai sekitar 3 ton, sehingga terpaksa sampah yang belum dilakukan pengolahan ditumpuk di luar TPS3R.
“Tumpukan sampah ini sudah terjadi selama kurang lebih 3 bulan karena kemampuan TPS3R hanya separuh dari sampah yang masuk ke TPS3R,” terangnya.
Kondisi tersebut menurut Rosikin akan terus terjadi bila tidak dilakukan pembenahan pengelola, sementara hasil iuran warga setiap bulan tidak sesuai harapan, karena hasil iuran sampah dari warga hanya bisa untuk membayar upah tim pemungut sampah kurang lebih perorang hanya mendapatkan upah sekitar Rp1,6 juta per bulan per orang, maka upaya pembenahan sampah yang menumpuk diluar TPS3R baru bisa dilakukan melalui bantuan pemerintah desa.
“Informasinya kedepan pengelolaan TPS3R ini akan bekerjasama dengan koperasi yang khusus mengelola sampah. Mudah-mudahan setelah terjalin kerjasama tersebut tidak ada lagi penumpukan sampah di luar TPS3R,” harapnya.
Kuwu Desa Ambulu, Sunaji membenarkan, bahwa selama ini penanganan sampah yang sudah diserahkan kepada tim pengelola smapah TPS3R belum bisa menutup biaya operasional pengelolaan sampah, ditambah lagi ada dua karyawan pengelola di TPS3R yang pindah rumah ke Jawa Timur, sehingga kekurangan tenaga untuk melakukan pengelolaan sampah, akibatnya sampah menumpuk di luar TPS3R.
Maka upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihaknya saat ini telah melakukan kerjasama dengan Koperasi WBS Cirebon, atau Koperasi Wadah Bersih Cirebon, dimana nantinya sampah akan dikelola oleh karyawan Koperasi WBS yang akan dipilah sampai menjadi sampah yang mempunyai nilai jual seperti pupuk organik atau lainnya yang nantinya keuntungan untuk koperasi, sementara dari peralatan yang ada di TPS3R juga akan ditambah oleh Koperasi WBS sesuai kebutuhan.
“Kita dari pemdes melakukan deposit ke koperasi untuk cadangan biaya upah karyawan, tapi semua sampah yang masuk TPS3R dikelola sampai bersih, mungkin juga kalau sudah berjalan kita akan kerjasama dengan desa lain,” terangnya.
Sementara salah seorang perwakilan warga yang mendatangi TPS3R, Kozin asal Desa Kalisari, Kecamatan Losari, rumahnya yang berada tak jauh dari TPS3R tersebut merasa aktivitas sehari-harinya terganggu akibat bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut, dirinya menyampaikan keresahannya. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat perhatian serius.
Namun dirinya bersyukur lantaran ketika mendatangi TPS3R ternyata sudah ada upaya dari pemdes setempat melakukan pembenahan, dirinya berharap jangan sampai kejadian tersebut terulang kembali dikemudian hari.
“Bau busuk sampah menyebar kemana-mana, sampai ke rumah. Ini bukan sekadar soal estetika, tapi sudah mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga. Pemerintah harus segera turun tangan menyelesaikan ini,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Ia berharap, ke depan ada perhatian lebih terhadap pengelolaan sampah di tingkat desa. (Nawawi)












































































































Discussion about this post