KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Sosial menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) bagi operator aplikasi se-Kota Cirebon. Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel kawasan Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Rabu (27/8/2025).
Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman teknis operator dalam pengelolaan data serta memastikan akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) tersebut menjadi dasar penyaluran berbagai bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon, Dra. Hj. Santi Rahayu, M.Si, menegaskan pengelolaan data yang valid bukan hanya penting untuk distribusi bantuan sosial, tetapi juga menjadi landasan kebijakan kesejahteraan masyarakat.
“Operator SIKS-NG harus benar-benar memahami teknis dan pentingnya data yang mereka kelola. Data ini tidak hanya untuk bansos, tetapi juga untuk mendukung kebijakan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Santi.
Bimtek yang mengusung tema “Datanya Tertata, Kesejahteraan Merata” ini diikuti 60 peserta, terdiri dari operator SIKS-NG kelurahan, pekerja sosial masyarakat, fasilitator, supervisor, serta jajaran Dinas Sosial.
Santi menambahkan, materi pelatihan berfokus pada pemutakhiran data, pemanfaatan data, serta sinergi antarpihak untuk mendukung transformasi digital pemerintahan.
“Dengan data yang valid, kebijakan pemerintah bisa lebih tepat sasaran. Setiap program harus menjangkau masyarakat yang benar-benar berhak menerima manfaatnya,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan visi misi Wali Kota Cirebon untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, tertata, aspiratif, religius, aman, dan berkelanjutan hingga 2029.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran peserta sebagai garda terdepan dalam memperbarui data masyarakat kurang mampu.
“Data yang diinput harus selalu di-update agar akurat. Karena data DTSEN ini akan menjadi rujukan semua lembaga, mulai dari Kemensos, PLN, BPJS, hingga Pertamina. Sekarang semua mengacu pada satu data,” jelasnya.
Agus juga menegaskan bahwa kehadiran DTSEN mengakhiri persoalan perbedaan data antarinstansi. (Agus)
“Dengan DTSEN, tidak ada lagi perbedaan data yang menimbulkan polemik. Seluruh Indonesia menggunakan data yang sama,” pungkasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post