Secara Aklamasi Andrie Sulistio Kembali Pimpin Golkar Kota Cirebon, Tinggal Tunggu Musda
KOTA CIREBON, (FC).- Teka teki siapa yang akan menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon periode 2026-2031 terjawab sudah.
Sebelumnya, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, sempat digadang-gadang menjadi kandidat ketua partai berlambang pohon beringin di Kota Cirebon, yang akan bersaing dengan ketua incumbent yakni Andrie Sulistio.
Pada Jumat (7/8), di Kantor DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Andrie mengaku, semua unsur di partai telah mufakat untuk menunjukan dirinya sebagai ketua.
“Kita sudah menggelar rapat pleno yang dihadiri oleh pemilik suara, pengurus DPD dan hasilnya Alhamdulillah disepakati bersama secara aklamasi mendukung saya untuk memimpin DPD Partai Golkar Kota Cirebon,” ujarnya.
Andrie menegaskan, dengan aklamasi ini tidak ada calon lain. Karena Pak Wali Kota juga telah menyatakan tidak maju dan tetap fokus pada pengabdian di pemerintahan.
Untuk proses selanjutnya, akan digelar muda. Nah, musda ini yang akan menentukan tanggalnya adalah DPD Golkar Provinsi Jabar. Pasalnya, nanti DPD provinsi harus hadir sebagai syarat musda dikatakan sah.
“DPP kemarin memberikan batas waktu untuk menggelar musda pada akhir Bulan Agustus ini, termasuk penetapan Ketua DPD. Bulan Oktober harus sudah terbentuk pengurus kecamatan selanjutnya Bulan Desember pengurus kelurahan juga harus sudah terbentuk,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, dua nama muncul sebagai calon kuat Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, yakni Andrie Sulistio dan Effendi Edo. Namun, Edo menyatakan tidak akan mendaftarkan, dan memberi kesempatan kepada para kader muda untuk memimpin.
Menurut Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Heri Hermawan, keluarga besar Partai Golkar Kota Cirebon sebetulnya sudah musyawarah untuk mufakat sebelum keputusan dibawa ke forum musda nanti.
“Satu nama disepakati, adalah Andrie Sulistio, untuk bisa melanjutkan kepemimpinan Golkar lima tahun ke depan. Karena Andrie dinilai berhasil menggandakan raihan kursi di DPRD dan berhasil menghantarkan kader Golkar di pilkada menjadi wali kota,” tegasnya.
Di Kota Cirebon, lanjut Heri, Golkar pernah memiliki delapan kursi di legislatif, dan setidaknya itu harus menjadi standar ke depan untuk partai, yang sudah membuktikan di pileg terakhir bisa melipatgandakan kursinya.
“Harus bisa. Minimal mempertahankan suara dan raihan kursi, maksimal bisa tambah dua kursi, karena kita pernah punya 8 kursi. Eksekutif harus bisa tetap dipegang,” sebutnya.
Yang lebih penting, selain ada target yang dibebankan sebagai catatan, pemufakatan untuk satu nama aklamasi di musda ini juga diambil agar forum tertinggi di Partai Golkar Kota Cirebon tidak menimbulkan ekses internal.
Maka, saat ini secara otomatis, kesepakatan tersebut tinggal dibawa ke forum resmi musda yang tanggalnya masih menunggu arahan DPD Partai Golkar Jawa Barat, untuk kemudian disahkan sebagai keputusan musda.
“Sudah pleno dan semua sepakat, jangan sampai ada perpecahan di internal Golkar. Tinggal pelaksanaan, karena tetap mekanismenya harus ditempuh. Semua persyaratan untuk Andrie ini sudah siap, tinggal menunggu tanggal dari DPD Partai Golkar Jawa Barat,” kata Heri.
Sebelumnya juga, Effendi Edo menyatakan belum berminat untuk mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon.
Edo menegaskan ingin memberikan kesempatan kepada kader-kader muda untuk memimpin partai dan memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. “Enggak (daftar). Yang muda-muda aja. Dua kegiatan kan berat,” ujarnya.
Ia mengatakan, keputusan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada kader-kader Partai Golkar yang selama ini telah berjuang membesarkan partai.
“Enggak lah, saya selalu menghargai orang yang telah membantu, walaupun tidak maksimal,” katanya.
Meski demikian, Edo mengaku tidak mengetahui apabila nantinya ada pihak yang mengusulkan namanya sebagai calon ketua DPD Golkar. Menurutnya, secara pribadi ia sudah memastikan tidak mendaftarkan diri.
“Saya komitmen untuk tetap membesarkan Partai Golkar menghadapi kontestasi politik mendatang. Jelas harus membantu Golkar, karena saya dari Partai Golkar,” pungkasnya. (Agus)


Tinggalkan Balasan