INDRAMAYU, (FC).- Kepolisian Daerah Jawa Barat membidik Kabupaten Indramayu sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang diandalkan untuk menggenjot produktivitas jagung, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah dari lima daerah yang andalan di Jawa Barat untuk menggenjot produksi jagung yang dikhususkan pakan ternak, mengingat memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi jagung, di antaranya, Luas Baku Sawah (LBS) hingga ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang melimpah.

Kepala Biro SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol. Fadly Samad mengatakan, kegiatan tanam jagung ini merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan Nasional.

“Penggarapan lahan ini menjadi bentuk keseriusan Polri, khususnya Polda Jabar, dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah,” kata Fadly Samad saat ditemui usai Penanaman Jagung Serentak Kuartal III 2026 di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9).

Fadly mengakui, Indramayu ditetapkan dalam lima daerah andalan di Jawa Barat bersama Majalengka, Garut, Sukabumi, dan Kabupaten Bandung untuk menggenjot produksi jagung yang dikhususkan pakan ternak.

Selain itu, menurut dia, penanaman jagung serentak di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, tersebut, termasuk bagian dari program ketahanan pangan kuartal ketiga 2026 di lahan seluas 134 hektare yang tersebar se-Jawa Barat.

“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan dengan baik. Kita bertindak sebagai fasilitator yang menyiapkan kebutuhan pupuk, lahan yang dipinjamkan, hingga bibit agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah untuk mendata lahan-lahan potensial di Jawa Barat, kemudian menggarapnya bersama masyarakat, sehingga program itu mampu menekan angka pengangguran.

Nantinya, kepolisian menyiapkan kebutuhan pupuk, lahan yang dipinjamkan, bibit, hingga memberikan pendampingan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar, sehingga hasilnya dirasakan langsung masyarakat.

“Program ketahanan pangan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani, sehingga kami berkomitmen untuk mendukung peningkatan produksi pangan di Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo PM, menyampaikan, selama periode Januari – September 2026 jajaran Polres Indramayu telah mengelola lahan jagung seluas 64,5 hektare, dan hasil panennya mencapai lebih dari 47 ribu ton.

Di Desa Mekarwaru, pihaknya berencana menggarap lahan seluas 34 hektare, dan sejauh ini 20 hektare di antaranya telah ditanami jagung varietas unggulan dari mulai Singa Sakti, Inka Perkasa, BISI 18, serta lainnya.

Ia menargetkan, dalam kurun tiga bulan hingga empat bulan mendatang lahan jagung di Desa Mekarwaru tersebut memasuki masa panen, dan produktivitasnya ditargetkan mencapai lima ton per hektarnya.

“Kami berkomitmen mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada pangan, dan ini bentuk kontribusi nyata Polri untuk masyarakat serta sektor pertanian di Kabupaten Indramayu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Dalam kesempatan itu, Polda Jabar juga turut menyalurkan bantuan berupa alat pemipil jagung, 300 kilogram bibit jagung varietas unggulan, enam ton pupuk, dan lainnya, kepada perwakilan kelompok tani yang digandeng untuk menggarap lahan tersebut. (F-08)