Periset BRIN Temukan Penelitian Lendir Keong Darat untuk Bahan Baku Kosmetik
JAKARTA, (FC).- Dalam upaya mengembangkan produk kecantikan lokal yang berdaya saing global, periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menemukan potensi luar biasa dari lendir keong darat asli Indonesia.
Setelah melakukan riset intensif, tiga spesies keong darat endemik Indonesia berhasil diindentifikasi memiliki kandungan bioaktif yang sangat bermanfaat untuk kulit.
Keong darat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku kosmetik alami, terutama karena kandungan senyawa bioaktifnya yang menjanjikan.
Senyawa-senyawa ini diyakini mampu mengatasi berbagai masalah kulit seperti penuaan dini dan Hiperpigmentasi.
Peneliti PR Zoologi Terapan BRIN, Pamungkas Rizki Ferdian menjelaskan, dari hasil penelitian pada lendir keong darat endemik Indonesia ditemukan senyawa-senyawa yang dapat menghambat penggelapan kulit dan anti kerut.
“Punya potensi kuat untuk menghambat kerja tirosinase, sehingga penggelapan pada kulit itu bisa dihambat,” ungkap Pamungkas, dikutip FC dari chanel youtube BRIN Indonesia pada Kamis (24/10).
Saat ini, produk kosmetik yang menggunakan lendir keong darat sebagai bahan baku berasal dari keong darat asal Thailand, Afrika dan Eropa.
Sementara keong darat endemik Indonesia, berasal dari pegunungan Menoreh Daerah Istimewa Yogyakarta.
Spesies yang ditemukan memiliki nama latin Hemiplecta humphreysiana merupakan spesies yang adaptif dan berukuran besar.
Selain itu, Hemiplecta humphreysiana ini masih satu jenis dengan keong darat dari Thailand.
Saat ini riset yang dilakukan tidak terbatas pada nilai fungsional keong darat saja, tetapi juga riset untuk budidaya keong darat agar tetap menerapkan prinsip berkelanjutan.
Pamungkas juga menyebutkan, pemanfaatan potensi keong darat asal menoreh ini dibarengi dengan riset untuk budidaya.
“Selain mengungkap nilai fungsional, kita juga berupaya melakukan riset untuk budidayanya. Jadi yang sudah kita lakukan dari tahun 2019, 2020, 2021 kita sudah lakukan riset terkait apa saja sih pakan alternatifnya,” ungkapnya. (Andriyana)



Tinggalkan Balasan