KOTA CIREBON, (FC).- Pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon kini semakin diarahkan melalui sistem manajemen talenta. Sistem tersebut tidak lagi menjadi sekadar pilihan, melainkan bagian dari mekanisme yang wajib diterapkan oleh seluruh instansi pemerintah di Indonesia.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno mengatakan penerapan manajemen talenta menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan karier ASN dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi modal utama bagi ASN yang ingin memiliki peluang lebih besar dalam pengembangan karier, termasuk ketika terdapat jabatan yang kosong, proses promosi maupun rencana suksesi kepemimpinan.

“Sekarang manajemen talenta bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kewajiban bagi seluruh instansi pemerintah, baik kabupaten maupun kota di seluruh Indonesia,” ujar Budi, Selasa (8/9).

Ia menjelaskan, dalam sistem tersebut terdapat sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan dalam memetakan potensi dan kinerja ASN. Karena itu, ASN dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas dirinya agar dapat tercatat sebagai bagian dari kelompok talenta yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Ada tiga kunci utama, yaitu kompetensi yang memadai bahkan tinggi, kinerja yang baik, serta integritas. Tiga hal itu yang menjadi dasar penting dalam pengembangan karier ASN,” jelasnya.

Budi menekankan, ASN tidak cukup hanya mengandalkan masa kerja atau jabatan yang pernah diduduki. Setiap pegawai perlu memiliki kemauan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, sekaligus membuktikan kompetensi tersebut melalui kinerja nyata.

Menurut dia, budaya belajar harus menjadi bagian dari keseharian ASN. Kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan juga perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehingga memberikan dampak terhadap kinerja organisasi.

“ASN hari ini harus menjadi pribadi-pribadi pembelajar. Kompetensinya harus terus ditingkatkan, kemudian dipraktikkan dalam pekerjaan sehingga terekam dalam sistem manajemen talenta,” katanya.

Ia menambahkan, rekam jejak tersebut akan menjadi salah satu dasar ketika pemerintah membutuhkan kandidat untuk mengisi jabatan tertentu. Ketika terdapat lowongan jabatan, promosi maupun rencana suksesi, nama ASN yang memiliki rekam kompetensi dan kinerja sesuai kriteria dapat masuk dalam pemetaan talenta.

Sebaliknya, ASN yang tidak tercatat dalam sistem pemetaan tersebut akan memiliki peluang lebih kecil untuk dipertimbangkan dalam proses pengembangan karier.

“Ketika ada lowongan, ada promosi atau rencana suksesi, nama-nama yang sesuai dengan kriteria akan muncul dari sistem. Kalau tidak masuk dalam pemetaan, tentu tidak akan terpanggil,” ungkapnya.

Dalam pemetaan manajemen talenta, ASN dengan potensi dan kinerja tinggi akan ditempatkan pada kelompok talenta yang menjadi prioritas untuk dikembangkan. Hal itu membuat setiap ASN memiliki kesempatan untuk membangun rekam jejak kariernya masing-masing melalui peningkatan kapasitas dan prestasi kerja.

Karena itu, Budi mengingatkan ASN di Kota Cirebon agar tidak pasif dalam merencanakan karier. Menurutnya, manajemen talenta justru memberikan ruang yang lebih jelas bagi pegawai untuk menunjukkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi peluang pengembangan karier.

“Yang paling penting adalah meningkatkan potensi. Caranya dengan belajar, berlatih, dan bila memungkinkan mendapatkan sertifikasi profesional. Kemudian diikuti dengan kinerja yang tinggi. Dua hal itu menjadi kunci,” tuturnya.

Ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemkot Cirebon dapat memanfaatkan penerapan manajemen talenta sebagai instrumen untuk mengembangkan kapasitas dan karier secara profesional.

Sistem tersebut juga diharapkan dapat mendorong proses pengembangan karier ASN agar semakin objektif dan berbasis pada kemampuan serta rekam kinerja pegawai.

“Bagi seluruh ASN di Kota Cirebon, khususnya dalam manajemen talenta, ini menjadi bagian penting dalam pengembangan karier. Jadi jangan hanya menunggu, tetapi manfaatkan sistem ini untuk mengembangkan karier masing-masing,” pungkas Budi. (Agus)