KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan program penataan dan normalisasi infrastruktur sumber daya air pada tahun anggaran 2026.

Program tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga kelancaran distribusi air bagi sektor pertanian.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Kabupaten Cirebon, Bambang Afrianto, mengatakan penanganan saluran irigasi dan sungai dilakukan melalui dua skema, yakni swakelola menggunakan alat berat dan pekerjaan kontraktual normalisasi.

Menurutnya, kedua skema tersebut disusun untuk menyesuaikan tingkat kebutuhan penanganan di lapangan, baik pada saluran irigasi desa maupun sungai dengan kondisi sedimentasi yang cukup berat.

“Program ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menjaga fungsi jaringan sumber daya air, baik untuk pengendalian banjir maupun mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat,” ujarnya, Selasa (29/9).

Melalui skema Swakelola Alat Berat Tahun 2026, DPUTR Kabupaten Cirebon akan melakukan pengerukan dan pembersihan pada 17 titik saluran pembuang serta irigasi desa.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran di antaranya Pembuang Lebak Betem Desa Cibogo, Pembuang Jonggol Desa Jagapura Lor, Pembuang Jamblang Kanan Desa Depok, Pembuang Ciberu di wilayah Bojongnegara dan Babakan Losari, hingga Pembuang Surakarta di Desa Surakarta.

Selain itu, penanganan juga dilakukan pada sejumlah saluran irigasi seperti Kapilumbu, Cigambreng, Sirenggot, Jagadalu, Ampera, Ciwado, Cangkuang, Lobunta, Cogreg, Sikaping dan Karangjati.

Sementara itu, untuk penanganan dengan skala lebih besar, pemerintah daerah menyiapkan Kegiatan Kontraktual Normalisasi Tahun 2026 yang menyasar 27 lokasi sungai dan saluran pembuang di sejumlah kecamatan.

Pekerjaan kontraktual tersebut meliputi normalisasi Sungai Asem Jajar dan Kali Keraton di Kecamatan Suranenggala, Saluran Pembuang Terwu Udik dan Sungai Tumaritis di Kecamatan Kapetakan, serta Sungai Ciberes di Kecamatan Babakan.

Selain itu, sejumlah lokasi lain yang menjadi sasaran yakni Kali Singaraja, Kali Ciwado, Anak Kali Kemis, Saluran Pembuang Cigombang Banjarwangunan, Asem Doyong, Sikura, Anak Sigabus, Cangkring, hingga Banjir Kanal Cideng Cikuprit.

Normalisasi juga dilakukan pada Sungai Sikenanga, Saluran Pembuang Kisayar, Kali Cigambreng, Kali Ciberu, Sungai Lebak Sakir, Saluran Pembuang Plawad, Nagasari, Caplek, Bledeg, Pajodangan dan Kali Pekik.

Bambang menjelaskan, sebagian besar titik yang menjadi sasaran mengalami persoalan sedimentasi, penyempitan alur, serta menurunnya kapasitas tampung air.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap sistem drainase dan jaringan irigasi dapat kembali berfungsi optimal sehingga mampu mengurangi potensi genangan, melindungi kawasan permukiman, serta menjaga produktivitas lahan pertanian.

“Dengan normalisasi ini, kami berharap aliran air lebih lancar dan fungsi infrastruktur sumber daya air dapat kembali maksimal,” pungkasnya. (Ghofar)