KAB.CIREBON, (FC).- Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus didorong melalui regenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian.
Pemanfaatan teknologi pertanian dinilai menjadi kunci untuk menumbuhkan minat generasi milenial agar terjun ke dunia pertanian.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto, saat kunjungan kerja bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, di Desa Karangwareng, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, Jumat (27/2).
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan panen raya simbolis masa tanam (MT) pertama.
George mengatakan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kemandirian pangan harus diwujudkan agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
“Kita harus bisa mandiri pangan, tidak tergantung dari negara lain. Kita harus bisa makan dari sawah dan kebun kita sendiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern berupa traktor roda empat dan rotator kepada petani Desa Karangwareng.
Bantuan itu diharapkan dapat membantu proses pengolahan lahan sehingga lebih efisien dan produktivitas meningkat.
George menambahkan, pemanfaatan teknologi pertanian menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.
Ia berharap petani tidak apriori terhadap perkembangan teknologi, melainkan mampu memanfaatkannya untuk hasil yang lebih maksimal.
Salah satu inovasi yang didorong adalah penggunaan pupuk nutrisi organik guna menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan bernilai tambah.
Selain persoalan teknologi, sistem pengairan juga menjadi perhatian. Petani mengeluhkan distribusi air dari bendungan ke lahan pertanian yang belum maksimal.
Pihaknya berkomitmen untuk mendorong perbaikan sistem irigasi agar pembagian air lebih merata dan berkeadilan.
Senada, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, menyatakan bahwa perkembangan teknologi pertanian mulai menarik minat generasi milenial.
Jika sebelumnya sektor pertanian identik dengan pekerjaan berat dan kurang diminati anak muda, kini dengan dukungan alsintan modern diharapkan persepsi tersebut berubah.
“Dengan alih teknologi ini, mudah-mudahan milenial tidak hanya tertarik bekerja di pabrik, tetapi juga mau terjun ke pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Karangwareng, Yuherdi, menjelaskan desa yang dipimpinnya memiliki luas lahan pertanian sekitar 117 hektare, terdiri dari 87 hektare sawah pada musim tanam pertama dan 30 hektare lahan tebu.
Saat ini petani masih menjalani dua kali masa tanam dalam setahun dengan kendala utama pada sistem pengairan.
Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan alsintan yang diberikan dan berharap dapat dimanfaatkan, khususnya oleh generasi muda, agar tertarik mengembangkan sektor pertanian di desa.
“Insya Allah dengan perkembangan teknologi pertanian, minat kaum milenial untuk terjun ke dunia pertanian akan semakin meningkat,” harapnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post