KUNINGAN, (FC).- Adu gagasan mewarnai tahapan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan.

Para bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa memaparkan visi, misi serta program kerja dalam debat kandidat di Aula KPU Kabupaten Kuningan, Minggu (4/10).

Debat diikuti puluhan mahasiswa. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi masing-masing kandidat menyampaikan gagasan sekaligus memperkenalkan arah kepemimpinan yang ditawarkan kepada mahasiswa.

Ketua KPU Mahasiswa UNISA Kuningan, Haerul Mulana, mengatakan debat berlangsung lancar dan kondusif. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan Pemira.

“Alhamdulillah, kegiatan Debat Kandidat Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa telah terlaksana dengan baik, lancar, dan kondusif,” kata Haerul.

Ia menyebut, debat memberikan ruang bagi kandidat untuk menyampaikan visi, misi dan program kerja secara langsung. Mahasiswa juga dapat mencermati gagasan serta komitmen masing-masing calon sebelum menentukan pilihan.

“Kegiatan debat ini menjadi sarana bagi para calon untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja mereka kepada mahasiswa. Selain itu, debat ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kapasitas, gagasan, dan komitmen para calon pemimpin mahasiswa,” ujarnya.

Haerul berharap seluruh tahapan Pemira mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa sekaligus membangun budaya demokrasi kampus yang jujur, adil, transparan dan berintegritas.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan KPU Kabupaten Kuningan. Ketua KPU Kuningan diwakili Anas Nasrudin, Divisi Hukum dan Pengawasan.

Anas mengatakan, KPU Kuningan terbuka memberikan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa yang berkaitan dengan pendidikan demokrasi.

“Apabila ada mahasiswa yang membutuhkan bantuan ataupun berkaitan dengan kegiatan mahasiswa, kami dari KPU Kabupaten Kuningan siap untuk membantu dan melayani semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi antara KPU Kuningan dan KPU Mahasiswa UNISA agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai koordinasi.

“Yang paling penting komunikasi tetap berjalan. Kami mengapresiasi teman-teman KPU Mahasiswa UNISA yang terus melakukan koordinasi dengan KPU Kabupaten Kuningan sehingga tidak terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Menurut Anas, kampus menjadi salah satu ruang pembelajaran demokrasi bagi mahasiswa. Melalui Pemira, mahasiswa dapat belajar menyampaikan gagasan, memahami mekanisme pemilihan, menentukan pilihan serta menjalankan proses demokrasi secara bertanggung jawab.

Debat kandidat turut dihadiri Ketua DPC Pertuni, Budi Hidayah, serta puluhan mahasiswa UNISA Kuningan.

Dengan berlangsungnya debat, tahapan Pemira UNISA Kuningan memasuki fase penting. Para mahasiswa kini memiliki ruang untuk mencermati visi, misi dan program yang ditawarkan masing-masing kandidat sebelum menentukan pilihan.

KPU Mahasiswa UNISA Kuningan berharap seluruh rangkaian Pemira berlangsung jujur, adil, transparan dan berintegritas serta menjadi bagian dari penguatan budaya demokrasi di lingkungan kampus. (Angga)