KUNINGAN, (FC).- Turnamen sepak bola antarkecamatan Bupati Cup 2026 resmi bergulir. Sebanyak 32 kecamatan di Kabupaten Kuningan dipastikan ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut untuk memperebutkan gelar juara sekaligus menjadi wadah pembinaan bibit muda sepak bola daerah.

Pembukaan turnamen akan berlangsung Sabtu (1/8) di Stadion Mashud Wisnu Saputra.

Kegiatan diawali dengan kirab seluruh kontingen peserta dari 32 kecamatan, kemudian dilanjutkan hiburan serta laga ekshibisi yang mempertemukan tim Forkopimda melawan Forum Kecamatan.

Persiapan pelaksanaan Bupati Cup 2026 dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Linggajati, Setda Lama Kabupaten Kuningan, Rabu (29/7).

Panitia memastikan seluruh kebutuhan pertandingan telah dipersiapkan hingga pelaksanaan partai final.

Ketua Exco PSSI Askab Kuningan, Beni Prihayatno, mengatakan laga perdana akan digelar Minggu (2/8) di Lapangan Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang.

“Kick off Bupati Cup 2026 akan dimulai di Ciawilor. Setelah itu pertandingan berlangsung di sejumlah venue yang telah disiapkan hingga babak final,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Bupati Cup 2026, Ayep Setiawan, menjelaskan turnamen tahun ini menggunakan sistem gugur atau single elimination.

Dengan sistem tersebut, setiap tim yang mengalami kekalahan langsung tersingkir dari kompetisi.

“Formatnya sistem gugur. Jadi setiap pertandingan akan menjadi penentu bagi setiap tim untuk melanjutkan langkah ke babak berikutnya,” jelasnya.

Turnamen dimulai dari babak 32 besar, kemudian berlanjut ke babak 16 besar, perempat final, semifinal, perebutan posisi ketiga, hingga laga puncak final.

Untuk pertandingan awal, panitia menyiapkan empat venue, yakni Lapangan Desa Karamatwangi Kecamatan Garawangi, Lapangan Putra Mayana Kecamatan Kadugede, Lapangan Desa Ciawilor Kecamatan Ciawigebang, dan Lapangan Timbang Luhur Desa Timbang Kecamatan Cigandamekar.

Selain menjadi ajang kompetisi antarkecamatan, Bupati Cup 2026 juga mengusung misi pembinaan pemain muda. Setiap tim diwajibkan mendaftarkan 17 hingga 23 pemain kelahiran 2006–2009, dengan tambahan maksimal empat pemain kelahiran 2010.

Seluruh pemain yang tampil juga harus berasal dari kecamatan yang diwakilinya. Aturan tersebut diterapkan untuk memastikan turnamen menjadi wadah pengembangan potensi pemain lokal.

Setiap pertandingan berlangsung selama 70 menit yang terbagi dalam dua babak, masing-masing 35 menit, dengan waktu istirahat selama 10 menit.

Rangkaian Bupati Cup 2026 akan berakhir pada 1 September 2026 melalui acara penutupan di Stadion Mashud Wisnu Saputra.

Pada hari tersebut juga akan digelar laga final untuk menentukan juara turnamen.

Dengan sistem undian terbuka dan format pertandingan yang kompetitif, seluruh peserta dituntut tampil maksimal sejak laga perdana.

Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap Bupati Cup 2026 mampu melahirkan talenta sepak bola baru, memperkuat pembinaan atlet usia muda, serta meningkatkan semangat olahraga masyarakat. (Angga)