Bupati Cup 2026 Digulirkan, 32 Kecamatan Berebut Prestasi Sepak Bola Kuningan
KUNINGAN, (FC).– Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Kabupaten Kuningan 2026 resmi bergulir. Sebanyak 32 kecamatan ambil bagian dalam ajang olahraga yang dibuka langsung Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar di Stadion Mashud Wisnusaputra, Sabtu (1/8).
Kompetisi yang berlangsung selama satu bulan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus melahirkan bibit-bibit pesepak bola muda yang mampu membawa nama Kuningan ke tingkat Jawa Barat hingga nasional.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan parade defile kontingen dari seluruh kecamatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, Sekretaris Daerah U. Kusmana, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. Buky Wibawa Karya Guna, jajaran kepala perangkat daerah, para camat, serta ribuan masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana Ayep Setiawan mengatakan, Bupati Cup 2026 merupakan penyelenggaraan kedua yang menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan olahraga, khususnya sepak bola.
“Turnamen ini bukan hanya mencari juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkecamatan, meningkatkan prestasi olahraga, menjaring atlet potensial, serta menanamkan nilai sportivitas,” ujarnya.
Menurut Ayep, kompetisi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya pemain-pemain muda berbakat yang kelak dapat memperkuat sepak bola Kuningan.
Turnamen Bupati Cup 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 1 Agustus hingga 1 September 2026. Pertandingan digelar di empat wilayah, yakni Kecamatan Cigandamekar, Kadugede, Ciawigebang, dan Garawangi.
Ayep menjelaskan, penyelenggaraan turnamen tahun ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kegiatan tersebut didukung oleh sponsor, donatur, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga daerah.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar menegaskan, sepak bola bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda.
“Sepak bola adalah sekolah kehidupan. Di lapangan kita belajar disiplin, kerja sama, ketangguhan, dan menghormati lawan. Karakter itulah yang menjadi kemenangan terbesar,” kata Dian.
Ia meminta seluruh pemain, pelatih, dan perangkat pertandingan menjunjung tinggi nilai sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Kemenangan yang diraih dengan kejujuran akan jauh lebih mulia daripada kemenangan yang diperoleh dengan mengabaikan fair play. Hormati keputusan wasit, hormati lawan, dan hormati penonton,” pesannya.
Bupati Dian berharap ajang tersebut dapat menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mencetak pemain berkualitas yang mampu memperkuat Persatuan Sepak Bola Indonesia Kuningan (Pesik).
“Kita ingin dari Bupati Cup ini lahir pemain-pemain muda yang bisa membawa nama baik Kuningan di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dalam pembukaan tersebut, Kecamatan Maleber mendapatkan apresiasi sebagai kontingen dengan penampilan defile terbaik.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pertandingan perdana sebagai tanda dimulainya kompetisi.
Melalui Bupati Cup 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap gairah sepak bola daerah semakin tumbuh dan mampu menjadi pintu lahirnya prestasi olahraga baru. (Angga)



Tinggalkan Balasan