KOTA CIREBON, (FC).- Musim kemarau tak hanya membawa persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih bagi masyarakat Kota Cirebon. Kondisi cuaca panas dan kering juga meningkatkan risiko pohon tumbang, terutama pada pohon-pohon tua yang mengalami kekeringan hingga menyebabkan bagian dahan menjadi rapuh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mencatat, sebanyak 38 kejadian pohon tumbang terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pohon berukuran besar masih berdiri di berbagai ruas jalan utama dan kawasan publik. Salah satunya terlihat di kawasan Stadion Bima, di mana terdapat sejumlah pohon tinggi dengan kondisi sebagian daun mulai mengering.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adhitya Firmansyah mengatakan kondisi pohon yang mengering perlu menjadi perhatian bersama, terlebih ketika cuaca panas disertai angin kencang.
Menurutnya, pohon tua, mati, maupun pohon dengan kondisi daun yang sudah gundul memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan pada bagian dahan. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan maupun warga yang berada di sekitarnya.
“Hindari pohon-pohon besar yang terlihat rapuh, biasanya dahan-dahannya gundul,” ujar Arief, Jumat (4/9).
Karena itu, masyarakat yang melintas di jalur yang banyak ditumbuhi pepohonan diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengendara juga diimbau tidak berhenti, berteduh, maupun memarkirkan kendaraan tepat di bawah pohon tua atau pohon yang terlihat memiliki dahan rapuh.
Selain kewaspadaan saat berada di jalan, BPBD juga mendorong masyarakat ikut berperan dalam mendeteksi pohon yang berpotensi tumbang.
Warga yang menemukan pohon dalam kondisi mati, miring, atau memiliki ranting kering yang berpotensi jatuh ke badan jalan diharapkan segera melaporkannya kepada BPBD maupun instansi terkait melalui kanal pelaporan yang tersedia.
Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih awal, misalnya melalui pemangkasan dahan atau bagian pohon yang dinilai membahayakan.
“Ini penting agar pohon yang berpotensi roboh dapat dilakukan pemangkasan secara berkala,” jelasnya.
Arief menambahkan, upaya pencegahan juga harus dilakukan dengan menjaga kondisi lingkungan di sekitar pohon. Salah satunya dengan tidak membakar sampah di sekitar pangkal pohon, khususnya pada musim kemarau.
Pembakaran sampah di sekitar akar pohon, kata dia, berpotensi mempercepat kerusakan bagian bawah batang. Selain itu, aktivitas tersebut juga dapat memicu kebakaran vegetasi di kawasan pinggir jalan yang kondisinya sedang kering.
“Kita perlu kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Maka kami imbau untuk menghindari membakar sampah di sekitar pangkal pohon kering karena dapat mempercepat pembusukan batang bagian bawah dan memicu kebakaran vegetasi di pinggir jalan,” katanya.
Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi pepohonan di sekitar lingkungan maupun ruas jalan yang dilalui sehari-hari.
Terlebih, berdasarkan catatan BPBD, pohon tumbang masih menjadi salah satu potensi bencana yang perlu diwaspadai di Kota Cirebon. Hingga akhir Agustus 2026 saja, sudah terdapat 38 kejadian pohon tumbang.
“Kita harus terus waspada, karena total pohon tumbang sejak Januari sampai Agustus 2026 ini sudah ada 38 kejadian pohon tumbang,” pungkas Arief. (Agus)