MAJALENGKA, (FC).– Ancaman kekeringan mulai dirasakan petani di Kabupaten Majalengka, khususnya di wilayah Kecamatan Ligung, seiring menurunnya debit air irigasi pada musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong petani bersama aparat TNI mengatur distribusi air agar lahan pertanian tetap produktif.

Babinsa Desa Kodasari, Koramil 1713/Ligung Kodim 0617/Majalengka, Serma Rayanto, turun langsung mendampingi petani mengelola pembagian air di area persawahan Blok Angsana, Desa Kodasari, Kecamatan Ligung, Senin (3/8).

Lahan persawahan seluas sekitar 15 hektare di kawasan tersebut mulai terdampak berkurangnya pasokan air. Karena itu, distribusi air dilakukan secara bergilir agar seluruh petani tetap memperoleh jatah irigasi meski dalam jumlah terbatas.

“Distribusi air dilakukan secara bergilir untuk memastikan seluruh petani tetap mendapatkan pasokan, meski dalam kondisi terbatas,” ujar Serma Rayanto.

Menurutnya, sistem pengairan bergilir menjadi langkah untuk memaksimalkan pemanfaatan air yang tersedia sekaligus meminimalkan risiko tanaman padi mengalami kekeringan.

Selain membantu pengaturan distribusi air, Babinsa juga berperan sebagai penghubung antara petani dengan pihak terkait sehingga penanganan persoalan irigasi dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Penurunan debit air pada musim kemarau menjadi tantangan bagi sektor pertanian, terutama di daerah yang mengandalkan irigasi untuk budidaya padi.

Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan memengaruhi ketahanan pangan.

Karena itu, Koramil 1713/Ligung bersama kelompok tani terus memantau kondisi saluran irigasi serta perkembangan tanaman secara berkala guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas.

Langkah kolaboratif tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Majalengka sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah di tengah tantangan musim kemarau. (Munadi)