KUNINGAN, (FC).- Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan.

Guru dituntut mampu mengikuti kemajuan teknologi, namun tetap menjaga peran sebagai pendidik yang memberikan teladan bagi peserta didik.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar saat membuka Pelatihan Nasional Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial di SMPN 5 Kuningan, Rabu (23/9).

Menurut Dian, perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat dunia pendidikan harus terus beradaptasi. Guru tidak cukup hanya mengandalkan metode pembelajaran lama, tetapi perlu meningkatkan kemampuan agar mampu memahami perkembangan zaman.

Terlebih, keberadaan AI kini mulai masuk ke berbagai bidang, termasuk sektor pendidikan.

“Barang siapa hari ini di dunia pendidikan tidak memahami dan mengaplikasikan artificial intelligence, akan tertinggal oleh anak-anak kita,” ujar Dian.

Meski demikian, Dian mengingatkan pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan penguatan karakter. Sebab, peran guru bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan kepribadian siswa.

Ia menilai kompetensi kepribadian dan sosial menjadi modal penting bagi seorang pendidik dalam membangun hubungan dengan peserta didik.

“Sebelum mengajarkan akhlak dan karakter kepada murid, gurunya harus terlebih dahulu memiliki kompetensi kepribadian dan sosial yang kuat,” katanya.

Dian menegaskan, teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kepedulian, dan keteladanan tetap menjadi peran utama seorang guru.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi harapan, humanisme dan sifat-sifat kemanusiaan tidak bisa digantikan oleh komputer,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong para guru untuk mampu memadukan penguasaan teknologi dengan karakter yang kuat. Guru harus siap menggunakan teknologi sebagai alat pendukung pembelajaran tanpa kehilangan fungsi sebagai panutan.

Sementara itu, Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta, Prof. Dr. H. Sumaryoto, mengatakan perkembangan era digital dan pengaruh global menuntut guru memiliki kemampuan yang lebih lengkap.

Menurutnya, selain kompetensi profesional, guru juga harus memiliki kompetensi kepribadian dan sosial agar mampu menghadapi perubahan lingkungan pendidikan.

“Kompetensi kepribadian dan sosial menjadi sangat penting. Bagaimana kita memengaruhi lingkungan, baik di dalam kelas maupun di masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi Unindra Jakarta bersama PGRI Kabupaten Kuningan dengan tema “Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas.”

Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru dari 32 cabang PGRI Kabupaten Kuningan.

Pelatihan dilaksanakan dalam beberapa kelas agar peserta mendapatkan pembelajaran yang lebih interaktif dan komunikatif. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum bagi mahasiswa program magister Unindra.

Melalui kegiatan tersebut, peningkatan kompetensi guru diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat karakter pendidik agar tetap menjadi figur teladan di tengah era AI. (Angga)