Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga
KOTA CIREBON, (FC).- Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global.
Hingga akhir Oktober 2026, jumlah investor pasar modal nasional mencapai 33,55 juta, tumbuh 64,75 persen secara tahunan berjalan (year to date/ytd).
Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 28 Oktober 2026, stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan berupa konflik geopolitik, kenaikan inflasi, serta ekspektasi suku bunga global yang tinggi hingga 2027.
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 tercatat sebesar 5,47 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Aktivitas manufaktur juga menunjukkan penguatan dengan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Oktober 2026 mencapai level 54, tertinggi sejak Maret 2024.
Sementara itu, pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi korporasi.
Hingga akhir Oktober 2026, nilai penghimpunan dana melalui penawaran umum mencapai Rp209,77 triliun, yang terdiri dari tujuh penawaran umum perdana saham (IPO), 20 penawaran umum terbatas, 11 penawaran umum efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), serta 141 penawaran umum berkelanjutan EBUS.
OJK juga mencatat terdapat 26 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp24,46 triliun.
Selain itu, penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) sepanjang Oktober mencapai Rp24,66 miliar dari 15 efek baru dan enam penerbit baru.
Secara agregat, total dana yang dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp2,09 triliun.
Dari sisi investor, penambahan investor baru pada Oktober 2026 mencapai 1,38 juta orang secara bulanan (month to month/mtm).
Dengan demikian, jumlah investor pasar modal nasional meningkat menjadi 33,55 juta investor.
OJK terus mencermati perkembangan pasar keuangan dan mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan.
Penguatan keterbukaan informasi serta perlindungan investor tetap menjadi perhatian di tengah dinamika pasar global yang penuh ketidakpastian. (Agus)



Tinggalkan Balasan