KAB.CIREBON, (FC).- Dugaan dendam lama berujung aksi penganiayaan di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Seorang pria berinisial SM diduga menusuk dua perempuan yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya, Rabu (23/9) malam.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka tusuk dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Permata.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya penganiayaan terhadap dua warga perempuan sekitar pukul 19.30 WIB.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kedawung langsung mendatangi lokasi kejadian dan menemukan dua korban mengalami luka akibat senjata tajam.

“Awalnya kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada warga yang menjadi korban penganiayaan. Anggota langsung datang ke lokasi dan mendapati dua korban perempuan mengalami luka tusuk,” ujar Ahmad Nasori, Kamis (24/9).

Setelah kejadian, kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, polisi bersama masyarakat melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sempat melarikan diri.

Berkat koordinasi dengan warga, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Kedawung untuk menjalani pemeriksaan.

“Pelaku sempat kabur setelah kejadian. Namun berkat koordinasi dengan masyarakat, pelaku berhasil diamankan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi penganiayaan tersebut terjadi saat kedua korban sedang berada di teras rumah. Pelaku kemudian datang dan melakukan penusukan terhadap keduanya.

Polisi menyebut pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, yakni sebagai keponakan. Dugaan sementara, aksi tersebut dipicu rasa dendam yang telah lama dipendam pelaku.

“Dari keterangan sementara, pelaku mengaku menyimpan rasa dendam karena merasa sering dibuli dan direndahkan oleh korban. Hal tersebut diduga menjadi pemicu tindakan penganiayaan,” jelas Ahmad Nasori.

Akibat kejadian itu, korban berinisial AS mengalami dua luka tusuk, sedangkan korban RH mengalami satu luka tusuk. Keduanya masih menjalani perawatan dan pemantauan medis.

Kapolsek menambahkan, saat proses penangkapan, pelaku sempat menjadi sasaran amukan warga karena berusaha melarikan diri. Namun situasi berhasil dikendalikan sehingga pelaku dapat diamankan.

“Pelaku saat ini sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. Kami juga terus mendalami motif serta melengkapi alat bukti dalam kasus ini,” pungkasnya. (Johan)