Truk Angkutan Tebu Kembali Putuskan Kabel PLN di Jalan Sutajaya
KAB.CIREBON, (FC).- Kabel jaringan listrik PLN yang melintas di Jalan P. Sutajaya, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi sorotan. Sejumlah kabel dilaporkan beberapa kali putus akibat tersangkut kendaraan pengangkut tebu yang melintas di jalur tersebut.
Forum Wing Gebang Bangkit (FWGB) bersama manajemen PG Tersana Baru Babakan turun langsung melakukan pengecekan sejumlah titik rawan, Rabu (23/9). Sedikitnya terdapat enam titik yang menjadi perhatian, yakni empat titik di Desa Gebang Udik dan dua titik di Desa Gebang.
Ketua FWGB, H. Tukijan, mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mencari solusi atas keluhan masyarakat yang terdampak gangguan jaringan listrik.
“Kami turun ke lapangan untuk melihat langsung titik-titik yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” ujar Tukijan.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu diselesaikan secara bersama-sama tanpa mencari pihak yang disalahkan. Ia berharap pemerintah desa, PG Tersana Baru, PLN, pengusaha angkutan serta masyarakat dapat duduk bersama untuk mencari solusi, terutama terkait batas ketinggian kendaraan pengangkut tebu.
“Yang terpenting bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana persoalan ini bisa diselesaikan bersama,” katanya.
Tukijan menjelaskan, kondisi kabel semakin rawan setelah adanya peninggian badan Jalan P. Sutajaya. Selain memperhatikan tinggi kendaraan, ia juga meminta agar kecepatan truk pengangkut tebu dibatasi karena jalur tersebut berada di kawasan permukiman warga.
Salah seorang warga Desa Gebang Udik, Syarifudin, mengaku beberapa kali mengalami gangguan listrik akibat kabel putus. Gangguan terparah terjadi pada Senin malam (21/9), yang menyebabkan trafo listrik mengalami kerusakan dan harus diganti oleh PLN.
“Listrik padam sehari semalam. Produksi roti terpaksa kami hentikan karena seluruh peralatan menggunakan listrik,” ungkap Syarifudin.
Sementara itu, Perwakilan PG Tersana Baru Babakan dari Bagian SDM dan Umum, Atta Hari Gunawan, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan jalur angkutan sebelum musim giling dimulai, termasuk mengantisipasi keberadaan kabel yang melintas di sepanjang Jalan P. Sutajaya.
“Dari awal kami sudah mengecek kondisi jalan dan jalur angkutan, termasuk titik-titik kabel yang melintas,” jelas Atta.
Ia menyebut, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya, seperti meninggikan dua gapura dan memasang penyangga kabel. Namun, seiring waktu, beberapa kabel kembali mengalami penurunan sehingga berpotensi tersangkut kendaraan.
Menurut Atta, PG Tersana Baru juga telah menyampaikan kepada vendor angkutan agar tinggi kendaraan dibatasi maksimal sekitar 4,2 meter. Namun, masih ditemukan kendaraan yang menyangkut kabel, khususnya kabel horizontal yang melintang di atas Jalan P. Sutajaya.
“Setelah mendapat surat dari FWGB, kami langsung turun bersama untuk memantau titik-titik kabel yang bermasalah,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan penanganan berupa penyanggaan maupun peninggian kabel. Sebab, jaringan listrik tersebut merupakan kewenangan PLN.
“Kami berharap setelah dilakukan penanganan bersama PLN, persoalan kabel tersangkut kendaraan tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (Nawawi)


Tinggalkan Balasan