Wakil Rois Syuriah dan juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon Yusuf SE,. MM,

KOTA CIREBON, (FC).- Berbagai permasalahan dan polemik muncul atas kebijakan Pemerintah Kota Cirebon, salah satunya adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan Alat Penerangan Jalan (APJ), yang sedang hangat diperbincangkan.

Sikap dan pendapat berseberangan pun tidak terhindarkan. Baik dari lembaga legislatif yakni DPRD Kota Cirebon maupun dari sejumlah elemen masyarakat.

Tentunya hal ini kurang baik terhadap kondusifitas pembangunan Kota Cirebon itu sendiri.

Atas hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon berencana menggelar Tabayyun.

Menurut Wakil Rois Syuriah dan juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon Yusuf SE,. MM, Tabayyun adalah perbuatan yang mulia dalam menyikapi berbagai hal perbedaan. Sehingga bisa ditemukan titik tengah atau solusi yang bisa diterima oleh semua pihak.

“Tabayyun adalah sikap meneliti, menyeleksi, dan mengklarifikasi kebenaran suatu informasi atau berita sebelum mempercayainya atau menyebarkannya,” ujar Yusuf, Senin (7/9).

Yusuf menyebut, sesuai fungsi utama MUi yakni memberikan fatwa, pembimbing dan pelayan umat, penghubung pemerintah dan umat.

Oleh karena itu, menimbang situasional yang ada di Kota Cirebon dengan maraknya pemberitaan baik di media sosial, dan media masa, maka dengan ini MUI mengundang seluruh pihak, untuk mengedepankan Tabayyun demi menciptakan Ukhuwah Islamiah.

“InsyaAllah kami mengundang Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Cirebon Menggugat (SRCM),” jelas Yusuf.

Untuk pelaksanaannya, lanjut Yusuf, pada Hary Selasa 8 September 2026, Jam 13.00 di Kantor MUI Kota Cirebon, Kompleks Masjid At Taqwa, dengan agenda Tabayyun.

“InsyaAllah dengan niat yang baik, Tabayyun ini dapat meredam kegaduhan sekaligus memberikan solusi,” pungkasnya. (Agus)