KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan menyiapkan rangkaian perayaan Hari Jadi ke-528 dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tidak hanya menghadirkan hiburan, perayaan tahun ini dikemas dengan agenda budaya, olahraga, festival kopi, kegiatan sosial hingga penampilan sejumlah artis nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan U. Kusmana mengatakan, Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar menginginkan perayaan Hari Jadi tahun ini lebih kreatif, melibatkan masyarakat, serta mampu memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

“Tahun ini kita ingin Hari Jadi Kuningan tidak monoton. Setiap kegiatan harus memiliki nilai hiburan, kebersamaan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kusmana, kemarin.

Salah satu agenda unggulan yang disiapkan yakni Karnaval Budaya dengan konsep perjalanan sejarah Kuningan dari masa ke masa. Setiap kecamatan akan menampilkan kekhasan sejarah melalui kostum dan konsep yang menggambarkan zamannya masing-masing.

Karnaval tersebut akan mengambil rute dari Bunderan Cijoho menuju Taman Kota Kuningan. Selain menampilkan budaya lokal, kegiatan itu juga akan diisi berbagai pertunjukan untuk menarik antusiasme masyarakat.

“Beberapa kegiatan kita kemas berbeda dari tahun sebelumnya. Salah satunya Karnaval Budaya dengan tema sejarah Kuningan dari masa ke masa,” jelasnya.

Pemkab Kuningan juga melakukan inovasi dengan mengganti konsep pameran pembangunan yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kurang menarik perhatian masyarakat.

Tahun ini, pemerintah daerah menghadirkan Ciremai Coffee Culture “Melesat Bersama Aroma Kopi” sebagai ruang promosi potensi kopi lokal sekaligus wadah bagi pelaku UMKM.

Festival tersebut akan menampilkan berbagai produk olahan kopi dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan.

Kusmana menyebut, kopi menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Pada 2025, produksi kopi Kuningan tercatat mencapai sekitar 1.157 ton dengan jenis robusta sebagai salah satu produk andalan.

“Ajang ini akan menjual berbagai komoditas kopi dalam berbagai bentuk minuman dan makanan. Tentunya dapat dinikmati semua kalangan masyarakat,” katanya.

Selain menghadirkan agenda baru, Pemkab Kuningan juga mengemas ulang tradisi daerah. Prosesi Seba Sapton dan Babarit yang sebelumnya digelar terpisah tahun ini akan disatukan dalam satu rangkaian helaran.

Menurut Kusmana, penyatuan konsep tersebut memiliki makna filosofis, yakni menggambarkan hubungan antara prosesi penghormatan dari kademangan kepada raja yang kemudian dikembalikan kembali kepada masyarakat melalui Babarit.

“Seba Sapton dan Babarit kita rangkai menjadi satu kemasan menarik. Ketika prosesi pemberian Seba dari kademangan untuk raja, kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui Babarit,” terangnya.

Helaran tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu (5/9), mulai dari Taman Kota menuju Pendopo Kuningan.

Mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan juga melibatkan masyarakat sejak tahap awal. Salah satunya melalui pemilihan desain logo Hari Jadi yang sebelumnya dibuka kepada publik.

Kemeriahan perayaan juga akan semakin terasa dengan kehadiran sejumlah artis nasional seperti Charlie Van Houten, Bedu, Ohang, Ceu Popon, Yana Marvells, Rudy Caffeine, Sandri dan Sandro Karamoy.

Mereka dijadwalkan tampil dalam berbagai agenda, mulai dari Kirab Delman Hias, Sidang Paripurna Hari Jadi, hiburan rakyat hingga kegiatan Bupati Saba Lembur.

“Seluruh rangkaian kegiatan kita pastikan untuk memberikan kegembiraan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” tegas Kusmana.

Selain hiburan, Pemkab Kuningan juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui program diskon Hari Jadi.

Melalui Surat Edaran Nomor 500.2/1775/2026, pemerintah daerah mengajak pelaku usaha memberikan potongan harga mulai 10 hingga 70 persen pada 1-2 September 2026.

Program tersebut berlaku di berbagai sektor usaha, mulai dari rumah makan, kafe, hotel, toko modern, pusat perbelanjaan hingga tempat rekreasi.

“Semua event selain menghibur masyarakat juga diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM,” katanya.

Sekretaris Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan, Ucu Sukmawati, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 1 Agustus melalui Kick Off Turnamen Sepak Bola Bupati Cup.

Kemudian dilanjutkan pencanangan Gema Saumima (Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam), Haul Syekh Maulana Akbar, Maulid Nabi Muhammad SAW, istigosah, serta tabligh akbar bersama Ustaz Solmed.

Pada 27 Agustus, Pemkab Kuningan melaksanakan ziarah makam leluhur dan para bupati terdahulu yang tahun ini diperluas hingga 21 makam, baik di wilayah Kuningan maupun luar daerah. Rangkaian ziarah berlanjut ke makam Sunan Gunung Jati pada 31 Agustus.

Memasuki September, agenda puncak dimulai dengan Sidang Paripurna Hari Jadi pada 1 September. Sore harinya digelar final Bupati Cup di Stadion Mashud Wisnusaputra yang turut dimeriahkan Persib Legend.

Malam harinya, masyarakat akan disuguhi hiburan rakyat dengan penampilan Charlie Van Houten dan sejumlah artis lainnya.

Agenda berikutnya yakni khitanan massal pada 3 September di RSUD Linggajati, pembukaan Ciremai Coffee Culture pada 4 September, serta helaran Seba Sapton dan Babarit pada 5 September.

Sehari berikutnya, masyarakat dapat mengikuti Melesat Run dengan hadiah utama dua tiket umrah dan satu unit sepeda motor.

Rangkaian kemudian berlanjut melalui kegiatan Bupati Saba Lembur di Desa Subang pada 8 September dan Desa Mandirancan pada 10 September.

Seluruh rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan akan ditutup melalui Karnaval Budaya pada Minggu (13/9).

Pemkab Kuningan berharap perayaan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi ruang kebersamaan masyarakat, pelestarian budaya, promosi potensi daerah, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Dengan berbagai inovasi yang disiapkan, Hari Jadi ke-528 Kuningan diharapkan menjadi perayaan yang lebih meriah, dekat dengan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi warga. (Angga)