KUNINGAN, (FC).- Menjelang peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar ziarah ke 21 makam mantan bupati yang telah wafat.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mengenang jasa para pemimpin terdahulu dalam perjalanan pembangunan Kuningan.

Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar mengatakan, ziarah ke makam para mantan bupati mulai dijadikan tradisi baru oleh Pemkab Kuningan pada tahun ini.

Tidak hanya makam yang berada di wilayah Kuningan, kegiatan tersebut juga menyasar makam mantan bupati yang berada di luar daerah seperti Bandung, Cirebon dan Ciamis.

“Sekarang saya ingin seluruh bupati terdahulu dari mulai zaman kemerdekaan ada 21. Tahun ini seluruh makam mantan bupati atau bupati terdahulu yang sudah almarhum kita sambangi,” ujar Dian saat mengikuti kegiatan ziarah, Kamis (27/8).

Karena lokasi makam tersebar di berbagai wilayah, rombongan dibagi menjadi empat tim agar seluruh makam dapat dikunjungi sesuai jadwal.

“Hari ini diawali dengan para bupati yang ada di daerah kota, besok kita keliling. Ada 21 makam,” katanya.

Pada hari pertama, Tim 1 yang dipimpin langsung Bupati Dian mengunjungi Makam Winduhaji dan Makam Cigugur.

Di Makam Winduhaji, rombongan berziarah ke makam Syekh Muhibat, almarhum H. Aang Hamid Suganda dan almarhumah Hj. Utje Ch. Suganda. Kemudian dilanjutkan ke Makam Cigugur untuk berziarah ke makam almarhum H. Acep Purnama.

Sementara Tim 2 dipimpin Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani dengan tujuan Makam Lengkong, Makam Pasarean Cikaso dan Makam Cikaso. Tim 3 yang dipimpin Sekretaris Daerah Uu Kusmana mengunjungi Makam Luragung dan Ciwaru.

Sedangkan Tim 4 menyambangi sejumlah makam lainnya, yakni Kompleks Makam Astana Gede, Makam Ramajaksa Winduherang serta Makam Awirarangan.

Rangkaian ziarah kemudian dilanjutkan pada Jumat (28/8). Kegiatan tersebut nantinya ditutup dengan kunjungan ke Makam Sunan Gunung Jati pada Senin mendatang.

Menurut Dian, kegiatan ziarah tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kuningan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang pengabdian para pemimpin yang telah memberikan kontribusi bagi daerah.

“Tradisi ini kita biasakan mulai tahun ini. Seluruh makam bupati yang pernah hadir, berjasa dan telah memberikan kontribusi untuk membangun Kuningan sampai sekarang, kita kunjungi dan kita ziarahi,” ungkapnya.

Dian menilai pembangunan Kuningan saat ini tidak terlepas dari peran para pemimpin sebelumnya. Berbagai kebijakan dan pengabdian yang telah dilakukan menjadi fondasi bagi perkembangan daerah.

“Pembangunan itu membutuhkan kebersamaan, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-528 Kuningan dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan cita-cita para pendahulu dalam membangun daerah yang lebih maju.

“Mudah-mudahan dengan peringatan hari ulang tahun Kuningan melalui ziarah ini, kita tetap meneruskan cita-cita para leluhur. Intinya mereka penuh kebaikan dan ingin membangun Kuningan ke arah yang lebih baik,” ujar Dian.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kuningan berharap tradisi ziarah makam para mantan bupati dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan, sekaligus sarana merawat sejarah dan meneladani nilai pengabdian para pemimpin terdahulu. (Angga)