Teknologi Nuklir Dinilai Bisa Dorong Pembangunan Kuningan
KUNINGAN, (FC).- Teknologi nuklir dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung pembangunan Kabupaten Kuningan, terutama dalam bidang pertanian, kesehatan, pangan, hingga energi.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai kebutuhan masyarakat di masa depan.
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan atau yang akrab disapa HRA, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri kegiatan sosialisasi Bhakti Pengawasan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) terkait perencanaan program dan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia, di Arunika, Selasa (25/8).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Bapeten Ir. Zainal Arifin serta sejumlah tokoh masyarakat, mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan.
Menurut HRA, sosialisasi Bapeten menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa teknologi nuklir tidak hanya berkaitan dengan pembangkit listrik, tetapi juga memiliki manfaat luas di berbagai sektor kehidupan.
“Bapeten ini tentang teknologi, tentang masa depan bangsa di bidang kenukliran, sehingga kita tidak alergi dengan nuklir. Sesungguhnya nuklir ini sangat banyak manfaatnya,” ujar HRA.
Ia menjelaskan, teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor kesehatan, pendidikan dan riset, pertanian, pangan, hingga pengembangan teknologi. Karena itu, pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, perlu terus ditingkatkan.
HRA juga mendorong adanya kerja sama antara Bapeten dengan perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan untuk membuka ruang penelitian dan pengembangan teknologi.
Menurutnya, keterlibatan akademisi menjadi bagian penting agar manfaat teknologi nuklir dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Saya punya kepentingan agar mahasiswa dan masyarakat berjalan seiring waktu dan kesempatan terhadap teknologi ini. Sehingga teknologi ini bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.
Selain sektor pangan dan kesehatan, HRA melihat energi menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar dalam pemanfaatan teknologi nuklir. Ia menyebut rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi bagian dari upaya mencari sumber energi alternatif di masa depan.
Menurutnya, ketertarikan sejumlah negara terhadap energi nuklir, termasuk Singapura, menunjukkan bahwa teknologi tersebut mulai menjadi perhatian dalam pemenuhan kebutuhan energi.
“Singapura ingin pakai tenaga nuklir. Saya dengar investasinya kurang lebih sekitar Rp300 triliun, tapi ini masih proses negosiasi yang panjang,” ungkapnya.
HRA menilai Indonesia perlu mempercepat pengembangan energi baru terbarukan mengingat ketergantungan terhadap batu bara masih cukup tinggi. Transisi energi, kata dia, menjadi kebutuhan agar dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat ditekan.
“Mau tidak mau kita harus transisi teknologi menuju energi baru terbarukan. Salah satunya, nuklir punya masa depan di bidang kelistrikan,” ujarnya.
Meski memiliki banyak manfaat, HRA menegaskan penggunaan teknologi nuklir harus tetap mengedepankan aspek keselamatan. Pengawasan terhadap risiko radiasi dan pengelolaan limbah harus menjadi perhatian utama agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
“Kami sebagai pengawas dari Bapeten tetap menekankan kehati-hatian. Jangan menimbulkan limbah, jangan menimbulkan masalah radiasi yang ujungnya merugikan masyarakat,” tegasnya.
Khusus untuk Kabupaten Kuningan, HRA melihat sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan melalui teknologi nuklir.
Sebagai daerah penghasil pertanian, Kuningan membutuhkan inovasi untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan hasil produksi.
“Saya kira kalau untuk Kuningan, kita ini kan penghasil pertanian yang luar biasa. Selama ini hasil pertanian itu usianya tidak bisa bertahan lama. Perlu teknologi pengawetan untuk mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.
Selain pertanian, sektor kesehatan juga dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi berbasis radiasi. HRA mendorong rumah sakit di Kuningan terus meningkatkan pelayanan dengan dukungan teknologi modern.
“Saya kira perlu banyak lagi rumah sakit kita yang naik kelas dengan teknologi, salah satunya dengan radiasi nuklir,” pungkasnya. (Angga)


Tinggalkan Balasan