KAB. CIREBON, (FC).- Krisis air bersih yang melanda Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, membuat ratusan warga rela mengantre untuk mendapatkan bantuan air dari mobil water cannon milik Polresta Cirebon, Rabu (19/8).

Sudah hampir tiga bulan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut memaksa sebagian masyarakat mencari alternatif dengan mengambil air dari sumur tetangga, membeli air isi ulang, bahkan memanfaatkan air selokan yang terlebih dahulu diendapkan.

Air tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau dan kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.

“Kami dari Polresta Cirebon menyikapi situasi kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk Desa Slangit dan Desa Cangkring. Maka dari itu kami melaksanakan kegiatan pembagian air bersih,” ujar Imara.

Menurutnya, Polresta Cirebon memanfaatkan sarana yang dimiliki untuk membantu masyarakat, salah satunya kendaraan water cannon yang selama ini lebih dikenal digunakan dalam pengamanan kegiatan kepolisian.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa water cannon tidak hanya digunakan untuk unjuk rasa ataupun kegiatan tertentu, tetapi juga bisa diberdayakan untuk melayani dan memberikan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Untuk Desa Slangit, Polresta Cirebon menyalurkan air bersih menggunakan satu unit mobil water cannon dengan kapasitas sekitar 6.000 liter.

Imara mengungkapkan, kondisi kekeringan di Desa Slangit membutuhkan penanganan lebih permanen. Pasalnya, wilayah tersebut belum memiliki sumber air yang memadai sehingga bantuan air bersih masih menjadi solusi sementara.

“Di Desa Slangit ternyata tidak ada sumber air. Ini adalah solusi sementara. Nanti Polresta Cirebon akan komunikasikan dengan pemerintah daerah dan DPRD untuk mencari solusi permanen dan jangka panjang,” jelasnya.

Ia berharap persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap tahun sehingga masyarakat dapat memiliki akses air bersih secara berkelanjutan.

Selain Desa Slangit, bantuan air bersih juga disalurkan ke Desa Cangkring, Kecamatan Plered. Untuk wilayah tersebut, Polresta Cirebon menyiapkan tiga mobil tangki dengan dukungan sejumlah pihak terkait.

Imara menegaskan, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen Polresta Cirebon untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membantu menghadapi persoalan kemanusiaan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami berharap dapat meringankan beban warga yang terdampak kemarau,” ungkapnya.

Salah seorang warga Desa Slangit, Turidi, mengatakan, krisis air bersih telah dirasakan masyarakat dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus mencari berbagai cara agar kebutuhan air sehari-hari tetap terpenuhi.

“Dengan adanya penyaluran air bersih dari Polresta Cirebon ini tentu sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci dan mandi,” kata Turidi.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polresta Cirebon yang telah memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Slangit.

“Kami warga mengucapkan terima kasih kepada Polresta Cirebon yang sudah memberikan air bersih kepada warga Desa Slangit,” pungkasnya. (Johan)