Perkuat Tata Kelola Pendidikan Keagamaan, Pemkab Indramayu Dukung Percepatan Pendataan EMIS Madrasah Diniyah
INDRAMAYU, (FC).- Pemerintah Kabupaten Indramayu mendukung percepatan pendataan Education Management Information System (EMIS) Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan dan mewujudkan data yang akurat, sekaligus sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
Asisten Daerah I Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, mengatakan bahwa digitalisasi data melalui EMIS merupakan kebutuhan yang harus segera diwujudkan guna mendukung penyusunan berbagai kebijakan di bidang pendidikan keagamaan.
“Digitalisasi sudah menjadi kebutuhan. Karena itu, saya mendukung penuh percepatan EMIS sebagai basis data yang dibutuhkan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan. Mari kita jadikan forum ini sebagai evaluasi sekaligus penguatan kolaborasi agar target 100 persen EMIS dapat tercapai tahun ini,” ujarnya. Rabu (12/8/2026)
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu, Jafar Abdullah, menegaskan bahwa validitas data EMIS menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah daerah.
“Data EMIS yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam menyusun perencanaan, menetapkan program prioritas, hingga mengalokasikan dukungan bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah,” katanya.
Karena itu, ujar Jafar, pihaknya mengajak seluruh lembaga untuk bersama-sama menyelesaikan pendataan secara tertib dan tepat waktu.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, mengapresiasi dedikasi para kepala madrasah, guru, dan operator EMIS yang terus menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan.
Menurutnya, penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Indramayu, FKDT, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Indramayu, Aspuri, mengatakan penyelesaian EMIS menjadi prioritas utama FKDT karena data yang valid merupakan fondasi dalam penyusunan program maupun penyaluran bantuan kepada madrasah diniyah.
“EMIS harus menjadi gerakan bersama. Semua Madrasah Diniyah Takmiliyah harus masuk ke dalam sistem karena ketika berbicara EMIS, kita sedang berbicara tentang data. Kami menargetkan capaian EMIS semester ini mencapai 100 persen,” katanya.
Berdasarkan data Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, dari 1.138 Madrasah Diniyah Takmiliyah yang ada di Kabupaten Indramayu, sebanyak 580 lembaga atau sekitar 51 persen telah menyelesaikan Berita Acara Pendataan (BAP) EMIS. Oleh karena itu, seluruh FKDT tingkat kecamatan didorong untuk mempercepat pendataan terhadap lembaga yang masih aktif maupun yang sudah tidak beroperasi agar target 100 persen dapat segera tercapai. (Agus Sugianto)


Tinggalkan Balasan