KUNINGAN, (FC).- Karya Ligar Fajar Maulana resmi menjadi identitas visual Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan. Desain buatannya terpilih sebagai pemenang Lomba Logo Hari Jadi Kuningan setelah melalui proses kurasi dari 15 karya peserta.

Penghargaan kepada Ligar diserahkan langsung Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar dalam kegiatan Apel Pagi di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin (10/8).

Bupati Dian mengatakan, penetapan logo tersebut dilakukan melalui proses seleksi yang objektif dan transparan oleh Dewan Kebudayaan bersama panelis. Menurutnya, pemerintah daerah hanya berperan memfasilitasi proses perlombaan.

“Saudara Ligar Fajar Maulana dinilai melalui kurasi yang ketat, objektif, transparan oleh Dewan Kebudayaan. Bukan oleh Bupati maupun panitia,” ujar Dian.

Menurut Dian, logo Hari Jadi tidak hanya berfungsi sebagai ornamen perayaan, tetapi harus mampu menjadi simbol yang menggambarkan semangat, identitas, serta harapan masyarakat Kuningan.

“Logo Hari Jadi ini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi semangat, identitas dan pesan yang terkandung di dalamnya,” katanya.

Dian meminta seluruh perangkat daerah segera menggunakan logo tersebut dalam berbagai media publikasi dan ornamen wilayah. Ia mengingatkan agar pemasangan tidak dilakukan secara mendadak menjelang puncak perayaan.

“Jangan sampai menunggu mendekati hari-H. Segera dieksekusi di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Logo tersebut nantinya akan digunakan pada berbagai media, seperti spanduk, baliho, umbul-umbul, banner hingga gapura di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan.

Dian menjelaskan, desain logo membawa semangat Kuningan Melesat. Warna hijau tosca menggambarkan kelestarian alam dan lingkungan, sedangkan warna emas mencerminkan semangat dinamis dan kemajuan.

Sementara itu, Ligar Fajar Maulana mengungkapkan, desain logo dibuat dengan mengacu pada tema Hari Jadi ke-528 Kuningan, yakni “Akar Kuat Purwadaksi”.

Ia menggabungkan sejumlah elemen yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan budaya Kuningan, seperti bokor, kepala kuda, serta akar.

“Inspirasi utamanya mendekatkan dengan tema. Ada bentuk bokor, kepala kuda dan akar yang memiliki kaitan dengan tema Akar Kuat Purwadaksi,” ungkap Ligar.

Menurutnya, elemen kepala kuda terinspirasi dari Kuda Si Windu yang menjadi salah satu simbol historis Kabupaten Kuningan. Sementara bentuk akar menggambarkan tiga fondasi utama masyarakat Kuningan, yakni budaya, tradisi dan identitas daerah.

Ligar mengaku tidak menyangka karyanya terpilih sebagai pemenang. Ia menyebut informasi kemenangan tersebut diterima secara tiba-tiba dari panitia.

“Kaget, tidak menyangka. Tiba-tiba dihubungi panitia,” tuturnya.

Dengan terpilihnya karya tersebut, logo Hari Jadi ke-528 Kuningan kini akan menjadi wajah resmi dalam berbagai rangkaian kegiatan peringatan hari jadi.

Ligar berharap desain yang dibuatnya dapat diterima masyarakat serta mampu membangkitkan semangat warga dalam menyambut momentum Hari Jadi Kuningan.

“Semoga logo ini bisa diterima masyarakat dan semakin menambah semangat menyambut Hari Jadi Kuningan,” pungkasnya. (Angga)