Dua Kali Kebakaran Pasar Tegalgubug, Pengelola Temukan Dugaan Aksi Pembakaran
KAB. CIREBON, (FC).- Aktivitas perdagangan di Pasar Sandang Induk Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, tetap berjalan normal meski kawasan pasar tersebut mengalami dua kali kebakaran dalam sepekan.
Terbaru, pengelola pasar menemukan dugaan percobaan pembakaran di Blok H setelah menerima laporan dari sejumlah pedagang. Petugas kemudian mengamankan kain yang diduga sengaja dibakar sebagai barang bukti.
Kepala Retribusi sekaligus Pengelola Pasar Sandang Induk Tegalgubug, Andi Sugianto, mengatakan temuan tersebut berawal dari laporan pedagang yang melihat adanya indikasi pembakaran.
“Kami mendapat laporan dari pedagang, ada percobaan pembakaran di Blok H. Ada barang bukti berupa kain yang dibakar dan sudah kami amankan. Ya, itulah ulah tangan-tangan jahil dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Andi, Senin (10/8).
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius pengelola pasar. Selain menjaga situasi tetap kondusif, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan pengawasan di lingkungan pasar.
“Harapan kami, semoga pasar ini tetap kondusif dan semuanya baik-baik saja. Tapi di balik itu semua, ini menjadi pelajaran bagi kami untuk meningkatkan keamanan dan pengelolaan pasar agar lebih baik,” katanya.
Andi mengungkapkan, sebelum dugaan percobaan pembakaran di Blok H, pihaknya juga menemukan bekas kebakaran di dua blok lainnya, yakni Blok G dan Blok E.
Kebakaran di Blok G terjadi pada Selasa, sedangkan kejadian di Blok E berlangsung pada Sabtu saat aktivitas pasar sedang ramai karena bertepatan dengan hari pasaran.
Jarak waktu yang berdekatan membuat pengelola meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
PedagaAktivitas perdagangan di Pasar Sandang Induk Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, tetap berjalan normal mesking Mulai Bangun Kembali Kios
Meski terjadi beberapa insiden, aktivitas jual beli di Pasar Sandang Induk Tegalgubug masih berjalan seperti biasa. Para pedagang bersama pengelola berupaya memulihkan area yang terdampak kebakaran.
Sejumlah pedagang mulai melakukan renovasi dan membangun kembali kios secara mandiri melalui kelompok pedagang yang telah dibentuk.
Sementara pengelola pasar membantu proses pemulihan dengan membersihkan area terdampak serta memberikan bantuan berupa terpal dan atap sementara bagi pedagang yang belum dapat memperbaiki tempat usahanya.
“Untuk pembangunan yang sifatnya renovasi itu dari para pedagang sendiri. Mereka mengoordinasikan pembangunannya, sedangkan kami dari pengelola memfasilitasi,” jelas Andi.
Pengelola sengaja tidak terlibat langsung dalam pembangunan kembali kios pedagang agar situasi tetap kondusif, terutama setelah muncul dugaan mengenai penyebab kebakaran.
Terkait dua kejadian kebakaran tersebut, pengelola menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.
Andi mengatakan, untuk kebakaran di Blok G pihaknya menduga terdapat persoalan pada instalasi listrik. Namun, untuk kejadian berikutnya ditemukan sejumlah kejanggalan yang masih perlu didalami.
“Kalau yang awal di Blok G, kami menduga ada konflik di listrik. Tapi untuk yang kedua ada kejanggalan juga. Namun kami belum bisa memastikan atau menuduh salah satu pihak,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pengelola tidak ingin mengambil kesimpulan maupun menuduh pihak tertentu sebelum ada hasil penyelidikan resmi.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polresta Cirebon untuk membantu mengungkap penyebab kebakaran dan memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan.
“Kami sudah berupaya mendatangi kepolisian, dalam hal ini Polresta Cirebon. Kami koordinasi dengan penyidik agar bisa mengungkap pelaku yang sebenarnya,” katanya.
Pengelola berharap proses penyelidikan segera menemukan titik terang sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun spekulasi di kalangan pedagang dan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian dan berharap tugasnya bisa diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (Johan)



Tinggalkan Balasan